Pertamina Balongan Terbakar
Sutiah Saksi Mata Ledakan Kilang Minyak Pertamina Balongan, 'Apinya Besar Banget Seperti Mau Kiamat'
Sutiah (56), warga Desa/Kecamatan Balongan , Kabupaten Indramayu , mengaku trauma dengan ledakan dan kebakaran kilang minyak
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Ichsan
TRIBUNJABAR.ID - Sutiah (56), warga Desa/Kecamatan Balongan , Kabupaten Indramayu , mengaku trauma dengan ledakan dan kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan .
Ia bahkan mengaku sangat takut untuk kembali ke rumahnya. Kengerian yang ia alami Senin dini hari itu, kata Sutiah, masih terasa.
Sutiah menceritakan, suara ledakan dini hari itu seperti bom. Ledakan membuat seluruh isi rumahnya bergetar hebat.
"Saya lagi tidur terpelanting ke mana-mana. Bangun-bangun lihat api besar sekali, seperti mau kiamat," ujarnya saat ditemui di posko pengungsian di Perumahan Bumi Patra, Senin (29/3/2021) malam.
Baca juga: Kilang Minyak Pertamina Balongan Meledak, Desa Sukaurip Gelap Gulita, Diselimuti Bau Gas dan Minyak
Sutiah menceritakan, rumahnya persis berada di samping PT Pertamina RU VI Balongan. Ledakan membuat rumahnya rusak parah. Kaca pecah, plafon runtuh, dan dinding retak-retak.
Saat ledakan terjadi, kata Sutiah, ia sedang berada di rumah bersama kakak, anak menantu, dan cucunya.
"Saya teriak, mana sendal, mana sendal, sambil mengucap istighfar. Enggak kehitung, terus ngucap, saya takut," ucapnya.
Sutiah mengaku masih merasa sesak napas, pusing, mata pedas, dan lain sebagainya karena kejadian tersebut. "Saya benar-benar takut," ujarnya.
Baca juga: Sebelum Kilang Minyak Pertamina Balongan Meledak Warga Demo, Bau Gas Menyengat, 1 Orang Tewas

10 Mobil Damkar
Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto mengatakan Pertamina telah berkoordinasi, baik secara internal Pertamina maupun pihak eksternal di pusat dan di daerah seperti kepolisian, pemerintah daerah Kabupaten Indramayu, BPBD dan lain-lain.
“Api telah dapat dilokalisasi sehingga tidak meluas ke area sekitarnya,” jelas Agus.
Pertamina juga telah mengerahkan 10 mobil pemadam kebakaran, yang terdiri dari Mobil Damkar Pertamina Group yakni Pertamina Pusat, Pertamina EP, Pertamina Region Jawa Bagian Barat, dan Politama serta instansi terkait yang membantu dari Pemda Cirebon dan Indramayu.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholders yang telah membantu penanganan insiden di lapangan,” ujarnya.
Baca juga: Menang 3-1 Atas Persita Tangerang, Persib Bandung Langsung Memimpin Klasemen Grup

Prihatin
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengaku sangat prihatinan dengan ekejadian ini.
"Komisi VII DPR RI akan segera memanggil Direksi Pertamina untuk meminta penjelasan atas kronologis peristiwa ini. Harus ada upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terulang kembali," kata Eddy.
Ia mengatakan kilang Balongan Indramayu merupakan kilang yang sangat vital bagi pengolahan minyak mentah nasional.
Ia mendesak Pertamina untuk segera mempersiapkan langkah-langkah pemulihan operasi kilang Balongan.
"Tentu kita semua berharap kebakaran ini bisa segera teratasi dan secepatnya dilakukan pencegahan agar tidak menjalar ke pemukiman warga. Mereka yang jadi korban juga segera mendapatkan perawatan," ucapnya.
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta pihak Pertamina untuk dapat segera melakukan investigasi penyebab terjadinya kebakaran hebat tersebut.
Selain itu, Pertamina diminta memastikan ketersediaan stok keamanan dari BBM pascaterjadinya kebakaran

Baca juga: Bupati Indramayu Wacanakan Relokasi Permukiman Warga Sekitar Pertamina RU VI Balongan
"Pertamina harus memastikan agar masyarakat tidak mengalami kelangakaan BBM dan segera memfokuskan penyebab terjadinya kebakaran tersebut apakah akibat kalalaian human error atau memang murni kesalahan secara teknis, bagaimana proses pengawasan yang dilakukan dan monitoring keamanan di lapangan," kata Azis.
Azis berharap agar Pertamina dapat memastikan keamanan masyarakat yang tinggal dekat wilayah kompleks kilang minyak tersebut. Serta dampak kerusakan lingkungan yang terjadi setelah ledakan kilang minyak Balongan terhadap keberlanjutan ekosistem di sekitar lingkungan.
"Pertamina harus melihat dampak lingkungan yang terjadi terhadap masyarakat sekitar pasca ledakan, apakah berbahaya atau tidak. Jangan sampai ada bahan berbahaya dan beracun yang berdampak pada lingkungan sekitar yang dapat membahayakan keselamatan dan kehidupan masyarakat lingkungan sekitar," ujarnya. (Handhika Rahman, Ahmad Imam Baehaqi, Irvan Maulana)