Warga Tanjungmedar Masih Dihantui Pergerakan Tanah, 69 Orang Terpaksa Tinggalkan Rumah

Sejumlah warga Dusun Kopo, RT 05/01, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, masih dihantui bencana pergerakan tanah.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Dinding dan lantai rumah warga di Dusun Kopo, RT 05/01, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, retak, sehingga penghuninya memilih mengungsi. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sejumlah warga Dusun Kopo, RT 05/01, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, masih dihantui bencana pergerakan tanah.

Pasalnya, akibat pergerakan tanah tersebut dinding dan lantai puluhan rumah retak, sehingga dikhawatirkan ambruk akibat pergerakan tanah tersebut.

Untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan, sejumlah titik di lokasi pergerakan tanah itu sudah dipasang garis polisi.

Sebagian warga pun terpaksa diungsikan.

"Kami masih takut, terutama saat hujan pada malam hari," ujar seorang warga, Suryana (51), saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (29/3/2021).

Suryana mengatakan, karena masih merasa takut dengan pergerakan tanah itu, dia dan keluarganya harus mengungsi ke Aula Desa Tanjungwangi.

"Kami semuanya harus ke sana (mengungsi). Rumah jangan diisi, jadi kami harus ke kelurahan," katanya.

Baca juga: Tekan Angka Kelahiran, Dinas Pengendalian Penduduk Purwakarta Sasar KB di Usia Subur Zona Industri

Baca juga: Warga Kocar-kacir, Ada Ledakan di Kontrakan Terduga Teroris Saat Penggeledahan Dilakukan di Bekasi

Sebelum terjadi pergerakan tanah, kata dia, memang sudah ada tanda-tanda akan adanya longsor di bawah permukiman warga.

"Waktu dulunya tanah ini mah sih sudah ada bekasnya di bawah, namun pas kemarin hujan deras terjadi lagi, tanahnya bergerak lagi," kata Suryana.

Warga lainnya, Suherman (38), mengatakan, sebelum kejadian pergeseran tanah ini di wilayah Tanjungmedar diguyur hujan deras sehingga ada tanah di bawah permukiman yang diterjang longsor.

"Awalnya itu dari bawah itu sudah ada tanda-tanda kayak ada longsor begitu. Yang dibawah anjlok, rumah yang di sini juga ketarik ke bawah," ucapnya.

Baca juga: Foto Gading Marten dan Gisella Anastsia Bersama Gempita, Terlihat Harmonis dan Bahagia

Baca juga: LIVE STREAMING TV ONLINE Persib Bandung vs Persita Tangerang, Simak Dulu Preview-nya di Sini

Akibat kejadian tersebut, rumah Suherman mengalami keretakannya sepanjang 15 meter. Sehingga dia juga mengaku takut menempati rumahnya karena ada potensi terjad longsor sangat besar.

"Retakannya itu enggak lebih dari 15 meteran. Kalau ngelihat kondisi kayak begini, ya udah enggak bisa lagi ditempati. Takut saya juga," katanya.

Baca juga: Ratusan Pedagang di Pasar Leles Garut Gulung Tikar, Setelah Dipindah Sementara ke Alun-alun

Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Sumedang, Rully Surya Sumantri, mengatakan, sebanyak 23 rumah dan 23 KK dengan total 69 jiwa untuk sementara akan diungsikan di Balai Desa Tanjungwangi serta ada warga lainnya yang mengungsi ke kerabat maupun saudaranya.

"Rumah rusak berat ada 14 , rusak ringan ada dua, dan tujuh terancam," ucapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved