Breaking News:

Lokasi Pergerakan Tanah di Tanjungmedar Sumedang Dipasangi Garis Polisi, BPBD akan Mengkaji

Aparat kepolisian memasang garis polisi di lokasi pergerakan tanah di Dusun Kopo, RT 5/1, Desa Tanjungwangi,

tribunjabar/hilman kamaludin
Lokasi Pergerakan Tanah di Tanjungmedar Sumedang Dipasangi Garis Polisi, BPBD akan Mengkaji 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Aparat kepolisian memasang garis polisi di lokasi pergerakan tanah di Dusun Kopo, RT 5/1, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang.

Hal tersebut dilakukan agar lokasi pergerakan tanah itu tidak ditempati lagi oleh pemilik rumah, sehingga puluhan warga harus diungsikan ke Aula Desa Tanjungwangi.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, mengatakan, sejak 24 Maret 2021 juga telah dilaksanakan pendataan ulang dan pelaksanaan evakuasi warga yang terdampak pergeseran tanah tersebut.

"Terjadinya pergeseran tanah ini diduga akibat curah hujan yang cukup tinggi, hingga mengakibatkan adanya beberapa retakan pada tanah dan rumah penduduk," ujarnya saat meninjau lokasi kejadian, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Pohon Tumbang di Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi, 3 Kios Rusak, Arus Lalu Lintas Tersendat

Ia mengatakan, akibat adanya retakan pada rumah warga itu, mereka harus diungsikan karena dikhawatirkan terjadi pergerakan tanah susulan yang  bisa membahayakan warga setempat.

Atas hal tersebut, pihaknya juga memberikan bantuan ntuk meringankan beban yang diderita oleh pengungsi yang kini berada di Gedung olah raga Desa Tanjungwangi.

"Bantuannya berupa selimut 100 buah, sembako 100 buah dan uang tunai. Semoga dengan bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi korban," katanya.

Sementara berdasarkan data BPBD Kabupaten Sumedang, akibat pergerakan tanah itu sebanyak 23 KK dengan total 69 jiwa untuk sementara diungsikan di balai Desa Tanjungwangi.

Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Sumedang, Rully Surya Sumantri, mengatakan, setelah adanya pergerakan tanah ini, pihaknya akan melakukan mitigasi dan melakukan kajian dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Baca juga: Polwan Cantik Polres Indramayu Beri Trauma Healing kepada Warga Korban Kilang Minyak Pertamina

"Karena saat ini untuk rumah warga yang terdampak pergeseran tanah sudah terancam akan longsor dan tidak bisa untuk ditempati," ucap Rully.

Menurutnya, adanya kejadian pergerakan tanah ini diakibatkan itensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sumedang sejak beberapa hari kebelakang.

Sehingga tanah yang berada di bawah pemukiman warga mengalami longsor dan mengakibatkan pondasi dari rumah warga ikut terbawa.

"Jadi dari pergeseran tanah berawal dari curah hujan yang cukup tinggi dimulainya dengan adanya retakan yang dilihat, dan selanjutnya mulai ada pergerakan dirasakan oleh warga," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved