Gempa Bumi
Dua Daerah Di Indonesia Diguncang Gempa Bumi Hari Ini, Berikut Penjelasan BMKG
Hari ini, ada dua gempa berkekuatan di atas M 5,0 guncang Indonesia, tepatnya Danau Toba dan Maluku Utara.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gempa bumi kembali terjadi di Indonesia dan kali ada dua daerah yang mengalami kejadian alam tersebut yakni di wilayah Danau Toba dan Maluku Utara.
Gempa bumi yang terjadi di dua daerah tersebut tidak memicu tsunami.
Namun BMKG mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada serta agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Baca juga: Kenapa di Indonesia Sering Terjadi Gempa Bumi? 5 Faktor Ini Jadi Alasannya
BMKG juga tidak mencatat adanya gempa susulan di dua daerah yang mengalami gempa tersebut.
Berikut informasi gempa yang terjadi di wilayah Danau Toba dan Maluku Utara.
Hari ini, ada dua gempa berkekuatan di atas M 5,0 guncang Indonesia, tepatnya Danau Toba dan Maluku Utara.
Berikut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang dirangkum Kompas.com. 2 gempa di atas M 5,0 1.
1. Gempa danau Toba
Gempa bumi tektonik bermagnitudo M 5,0 mengguncang wilayah Danau Toba ini terjadi pada pukul 15.46 WIB, Sabtu (27/3/2021), tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), setelah pendahuluan informasi parameter update gempa bumi ini memiliki magnitudo M 5,0.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno MSi dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2.43 LU dan 98.96 BT.
Baca juga: Diguncang Gempa saat Berada di Gedung Tinggi? Tetap Tenang dan Jangan Panik, Ambil Tindakan Ini
Lokasinya tepat berada di darat pada jarak 11 kilometer Barat Laut Kota Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara pada kedalaman 137 kilometer.
Bambang berkata, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat dari aktivitas subduksi.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault)," kata dia.
Kendati tidak berpotensi tsunami, tetapi berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini berpotensi menimbulkan guncangan di Samosir I-II MMI.