UPDATE Covid-19 Jabar, Ini 5 Daerah Risiko Rendah Covid, Pemprov Naikkan Kapasitas Ruang Isolasi
Pemerintah Provinsi Jawa Barat intens meningkatkan kapasitas ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 meski tingkat keterisian rumah sakit di Jab
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat intens meningkatkan kapasitas ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 meski tingkat keterisian rumah sakit di Jabar terus menurun.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan, peningkatan kapasitas ruang isolasi dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
"Kami senantiasa menambah ketersediaan tempat tidur isolasi di rumah sakit dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus," kata Setiawan seusai memimpin Rapat Komite Kebijakan dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (25/3/2021).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jabar per 23 Maret 2021, tingkat keterisian rumah sakit di Jabar yakni 54,31 persen.
Setiawan pun melaporkan, kasus aktif Covid-19 di Jabar terus menurun. Selain itu, tingkat kematian kasus Covid-19 di Jabar sekitar 1,24 persen.
"Minggu ini alhamdulillah ada beberapa berita baik untuk perkembangan Covid-19 dan juga ekonomi. Pertama, kasus aktif di Jabar saat ini cenderung sampai dengan di angka 11,38 persen," ucapnya.
Tingkat kepatuhan masyarakat memakai masker dan menjaga jarak masyarakat Jabar masih tinggi.
Baca juga: TONTON Live Streaming Barito Putera Versus Arema FC, Ini Daftar Pemain yang Diturunkan
Baca juga: Babak Baru Persoalan Rizky Febian dan Teddy Pardiyana, Anak Sule Ternyata Sudah Lapor Polisi
Kepatuhan memakai masker mencapai 85,35 persen, sedangkan kepatuhan menjaga jarak 84,34 persen.
Angka tersebut berdasarkan data Bersatu Lawan Covid-19 pada 23 Maret 2021.
"Jika dibandingkan pada akhir pekan PPKM Mikro-2 dengan PPKM Mikro-1, di Jawa Barat terjadi peningkatan kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan," tutur Setiawan.
Setiawan menuturkan, pada periode 15 Maret-21 Maret 2021, tidak ada daerah di Jabar yang berstatus zona merah atau risiko tinggi, 22 daerah masuk zona oranye atau risiko sedang, dan lima daerah berstatus zona kuning atau risiko rendah.
"Terkait zona risiko, 27 kabupaten/kota tidak ada yang masuk zona merah atau risiko tinggi," katanya.
Baca juga: Warga Citaman Karawang Demo Tuntut Lahan Dibayar Harga Pasar oleh PPK Tol Jatiasih-Sadang
Baca juga: 5 Tips Bangun Rumah Tahan Gempa, Penting Merancang Fondasi yang Tepat
Baca juga: Foto Lawas Prabowo Kenangan Bersama Istri saat Lahiran, Soeharto dan Keluarga Besar Cemara Berkumpul
Lima daerah berisiko rendah penyebaran Covid-19 tersebut adalah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar.
Update ini adalah yang terbaru setelah selama sekitar sebulan, sejak akhir Februari, tidak ada update zonasi risiko penyebaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sekda-jabar-setiawan-wangsaatmaja-memberi-kata-pengantar.jpg)