Breaking News:

Ada Aspirasi Kuliner Ramadan Bisa Sampai Pukul 24.00, Perwal di Kota Bandung Bakal Lebih Longgar

Pemkot Bandung bakal menambah kelonggaran aktivitas ibadah dan ekonomi selama bulan suci ramadan

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ichsan
Tribun Jabar/Cipta Permana
Sekda Kota Bandung Ema Sumarna . Ada Aspirasi Kuliner Ramadan Bisa Sampai Pukul 24.00, Perwal di Kota Bandung Bakal Lebih Longgar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemkot Bandung bakal menambah kelonggaran aktivitas ibadah dan ekonomi selama bulan suci ramadan. 

Rencana itu sudah masuk dalam bahasan rapat terbatas (ratas) satuan tugas penanganan Covid-19 Kota Bandung, Selasa (23/3/2021). 

Sekretaris daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, pihaknya bersama forum komunikasi pimpinan daerah sudah mulai membahas kebijakan baru untuk bulan Ramadan

"Kami sudah sampikan, bagaimana menyikapi bulan Ramadan di tengah pandemi, ada aspirasi untuk kuliner diberikan waktu hingga pukul 24.00 WIB, tapi ini masih dalam proses pembahasan belum kebijakan," ujar Ema, di Balai Kota Bandung, Selasa (23/3/2021). 

Baca juga: Begini Kekuatan Bali United di Mata I Made Wirawan, Beruntung karena Persiapannya Lebih Panjang

Menurut Ema, keinginan para pengusaha kuliner membuka usaha hingga pukul 24.00 WIB sangat logis. Sebab, jika mengikuti jam operasional yang sudah ada, para penjual makanan khawatir tidak ada pembeli. 

Saat ini, izin operasional bagi sektor usaha seperti cafe, restoran, mall dan pusat perbelanjaan dimulai pukul 10.00 WIB dan tutup pukul 21.00 WIB. 

"Buka dari pagi juga kan orang pada puasa, kemudian kalau tutup jam 21.00 WIB biasanya itu baru selesai salat tarawih, kan tidak ada yang lewat. Ini nanti akan disesuaikan," katanya. 

Baca juga: Kini Satu KTP Boleh Tukar Uang Nominal Rp 75 Ribu Sebanyak 100 Lembar, Mau Tiap Hari Juga Boleh

Selain itu, kata dia, untuk kegiatan keagamaan kemungkinan tahun ini bakal ada pelonggaran sehingga umat Islam di Kota Bandung dapat melaksanakan ibadah tarawih di masjid, namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. 

"Perwal baru akan direvisi disesuaikan dengan masa Ramadan, berbeda dengan tahun lalu semua serba tidak boleh, sekarang kita harus berdampingan antara dunia dengan akhirat," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved