Mengintip Produksi Tas di Pabrik Eiger Adventure di Katapang Kabupaten Bandung
Berbagai keperluan outdoor bergaya adventure di flagship store Jalan Sumatera, Kota Bandung tampak keren
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berbagai keperluan outdoor bergaya adventure di flagship store Jalan Sumatera, Kota Bandung tampak keren terpampang di toko Eiger.
Pengunjung toko pun melihat-lihat setiap detail produknya dan mencocokan pemilihan warna sesuai seleranya.
Namun pernahkah Anda berpikir di balik satu produk yang ditampilkan di toko, ada proses panjang yang begitu mengesankan?
Kali ini Tribun Jabar mendapatkan kesempatan untuk melihat bagaimana proses pembuatan tas di pabrik Eiger Adventure di Jalan Katapang, Kabupaten Bandung, pada Rabu (17/3/2021).
Memiliki luas pabrik kurang lebih 3 hektare, pemandu dari tim Eiger mengajak menuju bagian pemillihan kain, pemotongan kain, proses penjahitan, hingga ke laboratorium uji coba produk yang akan dijual.
Baca juga: Yang Dirasakan Umuh Muchtar Saat Disuntik Vaksin Covid-19, Sebut Asisten Pelatih Malah Keringatan
"Setelah kain datang akan langsung di cek dengan mesin khusus. Jika ada cacat, maka tidak akan digunakan," ujar Senior Advicer and Finance Comissioner PT Eksonindo Multi Product Industry, Winarti Yahya.
Proses pengecekannya yaitu kain akan dibentangkan kemudian di cek dengan alat, supaya kualitas produk akan terjaga.
Lalu setelahnya guide membawa ke ruangan pemotongan kain yang digunakan untuk bagian dalam tas atau bagian lainnya.
"Kami menggunakan alat dengan teknologi komputer sehingga proses pemotongannya lebih rapih dan bisa langsung memotong banyak kain," ujarnya.
Para pegawai pabrik pun cukup mengikuti pola yang sudah ada di komputer sehingga memudahkan dalam bekerja.
Setiap potongan kain ini akan dipisahkan sesuai dengan kebutuhan yang akan digunakan.
Lalu kain-kain ini akan dibawa ke bagian proses penjahitan. Ratusan pegawai pabrik tampak menggunakan APD seperti masker, penutup kepala, dan apron untuk keamanan protokol kesehatannya.
Baca juga: Bansos Tunai dan Non Tunai untuk Warga Kota Sukabumi pada Maret Ini Bakal Terlambat, Ini Alasannya
"Ada beberapa mesin jahit yang dikosongkan untuk memberikan jarak kepada para pegawai. Kami juga menggunakan sinar ultraviolet untuk ruangan supaya membunuh kuman," ujarnya.
Dalam 1 ine terdapat 40 orang dengan total jumlah mesin 500 unit, pegawai akan mengerjakan 1 jenis jahitan dan akan terus berproses dari 1 titik ke titik lainnya sampai akhirnya menjadi bagain yang utuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mengintip-produksi-tas-di-pabrik-eiger-adventure-di-katapang-kabupaten-bandung.jpg)