Breaking News:

Komisi Pemberantasan Korupsi Datangi SD Ciwangi Bungursari dan Disdik Purwakarta, Ada Apa?

KPK mendatangi SD Ciwangi Bungursari dalam hal ini diwakili oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran serta Masyarakat Direktorat Jejaring Pendidikan.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Giri
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datangi SD Ciwangi dan Disdik Purwakarta 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi SD Ciwangi Bungursari Purwakarta dalam hal ini diwakili oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran serta Masyarakat Direktorat Jejaring Pendidikan.

Kedatangan KPK ini ternyata bukan karena adanya kasus korupsi di SD tersebut, melainkan melakukan supervisi sekaligus koordinasi terkait implementasi pendidikan antikorupsi ke dinas pendidikan dan sekolah.

Purwakarta memang telah miliki Peraturan Bupati Nomor 110 tahun 2019 tentang Implementasi Zona Pendidikan Antikorupsi di Sekolah Jenjang SD hingga SMP dan menerapkan pendidikan antikorupsi berbasis tujuh poe atikan Purwakarta.

Kepala Disdik Purwakarta, Purwanto, mengatakan pendidikan antikorupsi di Purwakarta telah dilakukan secara komprehensif mulai penyusunan regulasi dalam bentuk perbup, pembentukan kelompok kerja, penyusunan pedoman dan modul pembelajaran, deklarasi seluruh sekolah, hingga ke pendidikan atau diklat terhadap guru-guru.

Baca juga: KECEWANYA Mohammad Ahsan Gagal Tampil di All England, Jauh-jauh Datang Malah Dikarantina

Baca juga: Mensos Tri Rismaharini Ternyata Pernah Hampir Hanyut Saat Mencari Sumber Banjir di Kota Surabaya

"Kami juga sempat adakan perlombaan seperti festival film pendek dengan tema pendidikan antikorupsi, lomba sosiodrama lewat musyawarah guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan jenjang SMP dan lomba membuat poster terkait pendidikan anti korupsi," ujar Purwanto, Kamis (18/3/2021).

Kepala Satuan Tyuas Insersi Pendidikan Anti Korupsi Direktorat Jejaring Pendidikan KPK, Agung Kusnandar, mengapresiasi dan menyebut pencapaian sementara yang ada di Purwakarta merupakan hal positif dan dapat dijadikan percontohan untuk wilayah lainnya di Indonesia.

Sebab, sejauh ini, kata Agung, masih banyak yang menanyakan cara penerapan pendidikan dan pelatihan antikorupsi di sekolah

"Kabupaten Purwakarta dengan segala pencapaiannya saat ini dapat dijadikan rujukan bagi kabupaten/kota lain," ujarnya.

Baca juga: Berita Persib Bandung, Ezra Walian Enggan Sesumbar, Ini Targetnya di Piala Menpora 2021

Pendidikan antikorupsi ini dirasakan Agung penting. Mengingat upaya pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi yang kian meresahkan. Sehingga, perlu adanya langkah besar sekaligus berkepanjangan, satu di antara pendidikan.

"Seseorang dididik sejak dini untuk tanggap pada masalah korupsi, di masa depannya dia akan menjadi generasi baik yang menolak perilaku korupsi. Memang kita perlu waktu lama. Tapi, inilah cara yang paling efektif," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved