Breaking News:

Usai Vaksinasi, Jangan Unggah Sertifikat Bukti Telah Vaksin di Medsos, Bahaya, Ini Resikonya

Usai divaksinasi diimbau untuk tidak mengunggah atau memposting sertifikat bukti telah vaksin di medsos karena beresiko

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Siti Fatimah
Istimewa
Wartawan Tribun Jabar saat disuntik vaksin Covid-19 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terus dilakukan oleh pemerintah dan salah satunya vaksin Covid-19 untuk awak media . Selang 2 minggu pasca penyuntikan vaksin COVID-19 dosis pertama, sebanyak 5.212 awak media di wilayah Jabodetabek menerima suntikan vaksin tahap kedua di Hall A Senayan, Jakarta. Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 16-17 Maret 2021.

Hadir meninjau secara langsung Menteri Komunikasi dan Informatika Jhony G. Plate, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dan Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers Indonesia Agus Sudibyo.

Untuk membantu pelaksanaan vaksinasi, penyelenggara menyiapkan sebanyak 28 tim vaksinator. Di sekitar lokasi vaksinasi, juga disiapkan Mini ICU 1 tim dari RS Harapan Kita guna mengantisipasi Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI). Dalam keterangannya, Menkominfo mengapresiasi kegiatan vaksinasi yang berlangsung dengan tertib dan lancar.

Baca juga: Kang Uu Meminta PWI Tertibkan Wartawan Abal-Abal dan Cetak Wartawan Berintegritas

''Mulai dari pendaftaran, proses dan alur pergerakan penerima vaksin itu bagus sekali. Ternyata setiap vaksinator bisa melakukan vaksinasi lebih dari 40 orang/hari. Kecepatan vaksinasi ini akan membantu mempercepat pemulihan kesehatan nasional kita,'' kata Menkominfo dikutip dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi awak media ini juga dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, setiap peserta harus memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer.

Setelah selesai di vaksin, sasaran selanjutnya akan diobservasi selama 30 menit untuk mengamati apakah ada reaksi maupun gejala yang timbul pasca penyuntikan.

Jika tidak ada, selanjutnya sasaran akan menerima sertifikat bukti telah divaksin, sertifikat ini akan diperoleh secara digital.

Baca juga: Pengrajin Tahu Tempe Kena Prank, Janji Turun, Harga Kedelai Masih Mahal, Ada yang Stop Produksi

Diungkapkan oleh Johny, bagi masyarakat yang sudah mendapatkan sertifikat bukti vaksinasi diimbau untuk tidak membagikan sertifikat tersebut ke media sosial.

Sebab, di dalam kartu tersebut menyimpan data pribadi sehingga tindakan ini dapat membahayakan diri sendiri.

''Sertifikat vaksinasi ini jangan di upload di sosial media, sebaiknya hanya untuk diri sendiri dan keperluan-keperluan khusus saja. Karena di sertifikat itu ada QR code, didalam QR code itu ada data pribadi. Kita jaga data pribadi kita dengan tidak mengedarkannya,'' terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved