Kisah Kepala Sekolah Termuda, Mengajar di Daerah Pegunungan, Susah Sinyal Hingga Akses Jalan
Kepala Sekolah termuda Idah Rosidah mengalami tantangan mengajar di daerah pegunungan yang susah sinyal serta akses jalan yang kurang bagus
Penulis: Padna | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Idah Rosidah S.Pd M.Pd Kepala Sekolah SD Negeri 3 Ciparakan termuda di Pangandaran, mencari alternatif kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan kombinasi.
Karena, lokasi SD Negeri 3 Ciparakan berada di daerah pegunungan Desa Ciparakan Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran ini, ketika ada android pun, signal internetnya kurang bagus.
Selain itu, jarak tempuh yang cukup jauh dan ditambah sebagian akses jalan masih ada yang kurang bagus.
Baca juga: VIDEO-Hampir Setahun Putus Akhirnya Jembatan Bodemen Diresmikan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika
Namun, Kepala Sekolah cantik ini bersama dewan guru lainnya tetap semangat untuk mencari alternatif lain, meskipun tidak maksimal.
Idah Rosidah S.Pd M.Pd menyampaikan, untuk mensiasati hal tersebut, pihaknya melaksanakan pembelajaran jarak jauh kombinasi antara daring dan luring.
"Sebab sekolah kami, berada di daerah pegunungan, tidak ada signal lagi," ujar Idah saat ditemui Tribunjabar.id di ruangan kantornya, Rabu (17/3/2021).
Baca juga: Muncul Klaster Puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya, Belasan Nakes Positif Covif-19 di Bantarkalong
Ditambah lagi, lanjut Idah, di daerah pegunungan ini tidak semua orang tua siswa memiliki android.
Kalau pun ada, keterbatasan mereka (orang tua siswa) tidak memiliki kuota.
"Alternatif lain kemarin ketika pembelajaran jarak jauh (PJJ), juga pemantauan dari graup WhatsAppnya," katanya
Kemudian ketika ada yang harus disampaikan, pihaknya membuat titik kumpul di satu tempat.
Baca juga: Ezra Walian Besok Gabung di Latihan Persib Bandung, Bagaimana dengan Wander Luiz?
"Misalkan, satu kelas akan ada penyampaian khusus, itu kami buat titik kumpul. Tak lupa juga, tentunya sesuai dengan prokes Covid-19," ucapnya.
Idah mengungkapkan, memang banyak orang tua siswa yang bicara dan memohon untuk segera pembelajaran tatap muka, khususnya yang bicara langsung dengan dirinya.
Karena, beberapa alasan orang tua tersebut tidak efektif dan mengingat adanya keterbatasan dalam KBM secara daring.
Baca juga: Bak Penampung Air Pembangkit Listrik Jebol, Dua Rumah Rusak Berat, Lahan dan Kolam Tersapu
Ditambah tentu, pembelajaran di rumah membuat anak-anak bosan.
"Semoga, setelah beberapa sekolah lain di daerah Pangandaran yang sudah mulai KBM tatap muka, diharapkan minggu depan sekolah ditempat Kami kerja, bisa mengikuti tatap muka seperti lainnya," katanya,.
Menurut Idah, pihaknya tinggal menunggu saja, karena besok juga sudah mulai penyemprotan disinfektan di area sekolah.
"Alhamdulillah, untuk wilayah Ciparakan sendiri masuk ke zona hijau. Semoga tak ada kasus di daerah sini. Dan Saya kira, untuk pembelajaran tatap muka bisa segera dilaksanakan," katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/idah-rosidah-guru-termuda.jpg)