Breaking News:

Bak Penampung Air Pembangkit Listrik Jebol, Dua Rumah Rusak Berat, Lahan dan Kolam Tersapu

Satu bak penampungan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) di Kampung Cikaso, Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, jebol.

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Polisi melihat bak penampungan air pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) di Kampung Cikaso, Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, yang jebol, Rabu (17/3/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Satu bak penampungan (power beyer) pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) di Kampung Cikaso, Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, jebol.

Akibatnya dua rumah serta belasan kebun dan kolam warga rusak.

Kapolres Cianjur, AKBP M Rifai, langsung mengecek lokasi jebolnya pembangunan pembangkit listrik tersebut, Rabu (17/3/2021).

"Hari ini kami melakukan pemeriksaan lokasi kabar adanya bak penampung yang sedang dibangun jebol dan merusak rumah warga," ucapnya.

Kapolres mengatakan, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian sedang didata pihak perusahaan.

Pantauan di lapangab, dua rumah dan warung serta hektaran lahan pertanian milik 16 kepala keluraga (KK) yang baru tanam satu bulan habis tergerus air bendungan tersebut.

Jebolnya bak penampungan PLTM tersebut, berawal dari pengecekan debet air, pada hari Senin (15/3/2021).

Namun, pada hari Selasa (16/3/2021) sekitar pukul 16.30 WIB, satu tembok bak penampungan tersebut jebol. 

Baca juga: Drainase Buruk, Kawasan Jatihurip Sumedang Langganan Banjir Setiap Tahun, Ini Langkah Bupati

Baca juga: Mantan Pemain Persib Bandung Ini Kembali ke Kota Kembang, Siap Bertarung di Piala Menpora 2021

Kepala Desa (Kades) Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Muryani, mengatakan jika bak penampungan bendungan itu sudah berusia enam tahun.

Akibat jebolnya bak penampungan tersebut, satu rumah milik Ladi (54) dan warung Omay (49) rusak parah terseret luapan air bak penampungan PLTM tersebut.

“Begitu mendapatkan laporan jebolnya bak penampungan PLTM tersebut, kami bersama para pamong desa langsung mengecek ke lokasi tempat bencana," katanya.

Muryani menduga, jebolnya bak penampungan akibat temboknya tidak mampu menahan tingginya tekanan air Sungai Cibeet.

Muryani mengaku hingga saat ini pihaknya masih bermusyawarah dengan pihak perusahaan dengan warga korban yang terkena dampak air bak penampungan PLTM Cikaso.

Baca juga: Pelatih Persib Bandung Buka Suara Mengenai Pemain Pengganti Omid Nazari, dari Haiti Atau Jepang?

Baca juga: Sosok Pria yang Dijodohkan dengan Ria Ricis, Profesinya Berbeda dengan Atta Halilintar, Ini Fotonya

Baca juga: Waspada, Tak Cuma Tsunami, Gempa Bumi Juga Berdampak Pada Bencana Ikutan Lainnya Seperti Berikut Ini

“Dilakukan musyawarah di antara para korban dan pihak PT PLTM Cikaso tersebut. Disaksikan oleh babinsa dan kantibmas agar pihak perusahan bisa mengganti rugi. Alhamdulilah, dalam musyawarah tersebut, pihak perusahaan pun bertanggung jawab dan siap mengganti,” katanya. (fam) 

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved