Tokoh Masyarakat Minta Divaksin, Uu Ruzhanul Sebut Gayung Bersambut
Uu Ruzhanul ulum menyambut positif dan menyebutnyan sebagai gayung bersambut begitu mengetahui ada permintaan tokoh masyarakat yang ingin divaksin
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melakukan pamantauan vaksin Covid-19 di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3, Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang.
Uu mengatakan, vaksin yang dilakukan di pondok pesantren yang dipimpin Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Hasan Nuri Hidayatulloh itu merupakan permintaan langsung dari ulama yang dikenal dengan panggilan Gus Hasan tersebut.
Baca juga: Uu Ruzhanul Ulum Berharap Kehadiran BPD Bisa Dorong Desa Mandiri, Tekan Urbanisasi Ke Kota
Baca juga: Uu Ruzhanul, Mindset Masyarakat Harus Berubah untuk Antisipasi Bencana
Permintaan ulama tersebut, menurut Uu, menjadi gayung bersambut bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tengah gencar berikhtiar melawan Covid-19 melalui program vaksinasi.
"Saya ke sini ditugaskan oleh Pak Gubernur (Ridwan Kamil. Sebelumnya para kyai dan tokoh-tokoh sudah berkomunikasi dengan Pak Gubernur. Tokoh ulama meminta kepada pemerintah jawa barat untuk melakukan vaksin. Ini seperti gayung bersambut saat pemerintah provinsi sedang melakukan vaksinasi," kata Uu kepada Tribun Jabar di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3, Karawang, Selasa (16/3/2021).
Baca juga: Uu Ruzhanul Ulum Ingatkan Bupati/Wali Kota , Baru 12 Daerah yang Punya Dinas Damkar
Baca juga: Wagub Uu: Sumedang Terdepan di Jabar Dalam Layanan Publik Digital
Uu menjelaskan, para kyai dan ulama merupakan bagian masyarakat yang sering berkomunikasi dengan masyarakat banyak dan menjadi bagian terpenting dalam mensosialisasikan vaksin.
Pemerintah Jawa Barat hari ini menargetkan sebanyak 200 orang yang terdiri dari pengajar, karyawan dan alumni serta masyarakat sekitar di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3.
"Hari ini sebanyak 200 orang target kita vaksin di sini," kata Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Jawa Barat, Yudi Koharudin.
