Breaking News:

Kasus Kecelakaan Maut di Tanjakan Cae Wado Sumedang, Bakal Ada Tersangka Baru

Polisi terus mendalami kasus kecelakaan Bus Pariwisata Sri Padma Kencana yang menyebabkan 29 penumpang

hilman kamaludin/tribun jabar
Kasus Kecelakaan Maut di Tanjakan Cae Wado Sumedang, Bakal Ada Tersangka Baru 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Polisi terus mendalami kasus kecelakaan Bus Pariwisata Sri Padma Kencana yang menyebabkan 29 penumpang dari rombongan peziarah dari SMP Islam Terpadu (IT) Al Muawwanah, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang meninggal dunia.

Seperti diketahui dalam kecelakaan ini, polisi sudah menetapkan sopir bus tersebut sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 310 ayat (4), dan ayat (2) UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Namun, kasusnya sudah dihentikan atau SP3 karena keduanya meninggal dunia akibat kecelakaan maut yang terjadi di Tanjakan Cae, Jalan Raya Malangbong-Wado, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang itu.

"Sampai saat ini Polres Sumedang masih dalam penyidikan lebih lanjut dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya," ujar Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto melalui melalui pesan singkat, Selasa (16/3/2021).

Baca juga: Bagi Mereka yang Kangen Yogyakarta, Nih Angkringan Joss di Jalan Riau Kota Bandung

Eko mengatakan, sejauh ini anggota Satuan Lantas Polres Sumedang terutama unit Laka Lantas secara maraton melakukan pemeriksaan terhadap para saksi yang berada di TKP dan saksi penumpang.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan saksi ahli dari Dishub, dan ATPM, bahkan, sampai saat ini telah dilakukan pemeriksaan berkaitan dengan kejadian tersebut sebanyak 21 orang saksi.

"Kalau hasil gelar perkara bus masuk jurang, Polres Sumedang telah menetapkan pengemudi bus sebagai tersangka," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Polisi telah mengungkap penyebab kecelakaan bus yang menelan 29 penumpang meninggal dunia itu, dengan cara beberapa kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa bangkai bus dan melakukan gelar perkara.

Kasatlantas Polres Sumedang, AKP Eryda Kusumah, mengatakan, khusus untuk pemeriksaan kelaikan bus, pihaknya sudah melibatkan saksi ahli dan hasilnya ditemukan ada gagalnya fungsi pengereman dalam kecelakaan tersebut.

Baca juga: Piala Menpora Disambut Gegap Gempita, Robert Ingatkan Hal ini

"Saya ulangi, ada gagalnya fungsi pengereman pada ban sebelah kanan bagian belakang. Untuk ban-ban yang lain berfungsi dengan baik," ujarnya saat ditemui di Unit Laka Lantas Polres Sumedang, Senin (15/3/2021).

Eryda menegaskan, terkait gagalnya fungsi pengereman yang menjadi penyebab kecelakaan bus tersebut, sudah diperkuat dengan keterangan ahli dari Agen Tunggal Pemilik Merk (ATPM) dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved