Breaking News:

Biasanya Saat 27 Rajab Bus Antre Hingga 2 Kilometer, Semenjak Pandemi Wisata Ziarah Pamijahan Sepi

Semenjak pandemi Covid-19, kunjungan ke kompleks ziarah Pamijahan turun drastis.

Istimewa
Lahan parkir wisata ziarah Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, tampak nyaris kosong, Jumat (12/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Tingkat kunjungan ziarah ke Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, menurun tajam.

Menurut pengelola lokasi ziarah Pamijahan, Dede Nurjaman, tingkat kunjungan melorot hingga 90 persen pascapandemi Covid-19.

"Puncak ziarah ke Makam Syekh Abdul Muhyi di Pamijahan ini adalah malam 27 Rajab, atau jatuh pada Rabu (10/3/2021) malam," kata Dede.

Baca juga: Satu Pesantren di Cisewu Garut Di-Lockdown, Ada Delapan Santri Positif Covid-19

Baca juga: Keinginan Persib Sedikit Lagi Jadi Kenyataan, Striker yang Sedang Nego Kontrak Pamit dari Klub Lama

Sebelum terjadi pandemi Covid-19, pada malam 27 Rajab tahun Hijriah, terjadi puncak kunjungan ziarah, di mana kendaraan terutama bus-bus besar antre hingga 2 kilometer sebelum memasuki area parkir.

"Tapi pada Rabu malam kemarin, jumlah bus yang datang bisa dihitung dengan jari yakni hanya sekitar lima bus ditambah sejumlah mobil pribadi," ujar Dede.

Semua peziarah berasal dari wilayah Jabar.

"Padahal dominasi peziarah biasanya datang dari Jateng dan Jatim, yakni ziarah Wali Sanga plus makam Syekh Abdul Muhyi," kata Dede.

Meski jumlah kunjungan wisata religi ke Pamijahan menurun, penerapan protokol kesehatan (prokes) di kompleks makam ini tetap ketat.

"Dua kali dalam seminggu Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Bantarkalong rutin melaksanakan operasi yustisi sambil sosialisasi prokes," ujar Dede.

Komplek makam Syekh Abdul Muhyi sendiri selama ini menjadi salah satu tujuan peziarah para Wali.

Konon sembilan Wali pernah mengadakan pertemuan di Gua Safarwadi yang ada di kompleks ziarah Pamijahan.

Hingga muncul anggapan di masyarakat seolah-olah Syekh Abdul Muhyi adalah Wali kesepuluh.

"Namun itu hanya anggapan di kalangan para peziarah," kata Dede.

"Dalam sejumlah literatur, Syekh Abdul Muhyi adalah sosok ulama yang menyebarkan agama Islam di Tasikmalaya," kata Dede.

Baca juga: Gempa Bumi Terkini, Mengguncang Melonguane Sulut Sabtu Dini Hari, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Baca juga: Eks Pemain Liverpool Posting Tiket Pesawat ke Bandung di Instagram, Dikabarkan Segera Gabung Persib

Penulis: Firman Suryaman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved