Kisah Pak Eko Terulang di Pemalang, Akses ke 4 Rumah Dihalangi Tembok, Warga Terpaksa Lewat Got
Kisah yang dialami Pak Eko terulang di Pemalang. Akses ke rumah warga tiba-tiba ditembok dan dibangun bangunan permanen. Ini kata pemilik tanah.
TRIBUNJABAR.ID, PEMALANG - Kisah Pak Eko di Bandung yang ramai beberapa tahun lalu kini terulang di Pemalang, Jawa Tengah.
Tepatnya di Desa Widodaren.
Di desa tersebut, akses jalan menuju empat rumah warga ditembok dan dibangun bangunan permanen.
Baca juga: UDPATE KECELAKAAN MAUT SUMEDANG, Ini Hasil Penyelidikan Sementara Polda Jabar, Ada Tersangka?
Baca juga: VIDEO VIRAL Posting Jalan Rusak, Guru di Sukabumi Dimarahi dan Ditunjuk-tunjuk oleh Perangkat Desa
Dampaknya, ada empat keluarga yang terisolasi. Mereka kesulitan keluar masuk karena jalan terhalang bangunan.
Satu-satunya jalan yang bisa dilewati warga adalah melalui saluran air atau got.
Bagaimana duduk perkara persoalan ini?
Pemilik tanah tersebut ialah keluarga Sukendro. Pihak pemilik tanah menegaskan, lokasi itu menjadi hak mereka dan telah dibagi waris.
Pada 18 Februari 2020, seorang warga bernama Tri Budi sempat membeli tanah tersebut.
Saat itu, lokasi masih berupa tanah dan belum ada bangunan.
Tri membayarkan uang muka Rp 50 juta dari harga total Rp 100 juta.
Uang dikembalikan dan tiba-tiba ditutup tembok
Namun sebelum pelaksanaan Pilkades Desember 2020, uang yang telah dibayarkan Tri Budi akhirnya dikembalikan secara sepihak melalui menantunya.
Kemudian pada 27 Februari 2021, secara mengejutkan, keluarga Sukendro membangun bangunan permanen di tanah itu, sekaligus menembok akses jalan.
"Setelah kalah Pilkades dibangun tembok sampai sekarang," kata Tri Budi.
Akibatnya, beberapa keluarga menjadi terisolasi.