Senin, 4 Mei 2026

Pengabdian Kepada Masyarakat, Penguatan Koperasi Syariah Al Murabby Melalui Digitalisasi Bisnis

Kebijakan pemerintah untuk membatasi pergerakan manusia saat pandemi covid 19 berupa kebijakan work from home (WFH), school from home (SFH), dan

Tayang:
Istimewa
Foto bersama Tim Dosen ITB dan Para Pengurus Koperasi Syariah Al Murabby usai melakukan sosialisasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. 

TRIBUNJABAR.ID - Kebijakan pemerintah untuk membatasi pergerakan manusia saat pandemi covid 19 berupa kebijakan work from home (WFH), school from home (SFH), dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), serta kampanye di rumah saja (stay at home) memberi dampak negatif pada usaha Koperasi Syariah Al Murabby. Kegiatan usaha Koperasi Syariah Al Murabby mengalami penurunan penjualan, terganggunya proses produksi barang dan jasa, serta terhambatnya distribusi barang, jasa dan uang. Selain itu banyak anggota koperasi yang kesulitan membayar iuran anggota. Para anggota yang meminjam juga kesulitan untuk membayar angsuran, bahkan banyak anggota yang mengambil iuran sukarela untuk kebutuhan masa pandemi. Akibatnya, koperasi terkendala likuiditas yang dapat berujung pada kebangkrutan usaha. Kondisi ini merupakan tantangan bagi koperasi untuk bisa menjaga likuiditas dan solvabilitas. 

Pengabdian Kepada Masyarakat, Penguatan Koperasi Syariah Al Murabby Melalui Digitalisasi Bisnis
Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat oleh  Tim Pelaksana PM ITB Dr. Ir. Asep Darmansyah, M.Si., CWM., Dr. Yedi Puwanto, M.Ag.,  bersama Kepala MAN 1 Kota Bandung Drs. H. Misbakhudin, M., M.Pd., dan Ketua Koperasi Syariah Al Murabby Endang Kurnia Priatna, S.Pd. (Istimewa)

Pengabdian kepada masyarakat (PM) merupakan salah satu kewajiban para dosen dalam berkontribusi untuk negeri, dan merupakan salah satu elemen dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tim Dosen dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)  ITB yang diketuai Dr. Ir. Asep Darmansyah, M.Si., CWM., dan anggotanya yaitu Acip Sutardi, SE,. M.Si., Dr. Yedi Puwanto, M.Ag., dan Dr. Techn Saiful Akbar, ST,. MT., melakukan pengabdian kepada masyarakat di Koperasi Syariah Al Murabby MAN 1 Kota Bandung, Jl. Terusan H. Alpi No. 40 Cibuntu Kota Bandung.

Kegiatan PM ini secara utuh berlangsung selama 10 bulan dari bulan Februari – November 2021, berisi rangkaian kegiatan yang dimulai dari persiapan, sosialisasi, penguatan kelembagaan, pelatihan, pendampingan, publikasi dan pelaporan kegiatan. Sementara kegiatan penguatan kelembagaan, pelatihan dan pendampingan berlangsung selama bulan Maret dan April 2021 ini.

Dikatakan Ketua Tim Pelaksana PM, Dr. Ir. Asep Darmansyah, M.Si., CWM., pengabdian masyarakat ini mengambil tema “ Penguatan Koperasi Syariah Al Murabby MAN 1 Kota Bandung Melalui Digitalisasi Bisnis”. Tim LPPM ITB mengadakan pelatihan dan pendampingan penerapan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung less contact economy (LCE). “Hal ini merupakan suatu upaya strategis dalam pengembangan produk, proses bisnis, pelayanan dan pengelolaan sumber daya informasi koperasi,” tutur Asep..

“Pelatihan ini, diikuti oleh para pengurus, badan pengawas, staf karyawan Koperasi Syariah Al Murabby dan perwakilan guru MAN 1 Kota Bandung. Koperasi Syariah Al Murabby MAN 1 Kota Bandung merupakan koperasi serba usaha yang bergerak dalam usaha jasa, perdagangan dan simpan pinjam. Lokasi koperasi terletak di dalam area kampus MAN 1 Kota Bandung. Untuk memperkenalkan teknologi informasi kepada koperasi maka dilakukan pelatihan, seminar dan pendampingan dengan metode pendekatan individu dan kelompok.

Pada kegiatan PM ini juga mengundang nara sumber dari MUI Kota Bandung yaitu Dr. Ir. H. Arsyad, sebagai tenaga ahli yang menangani bidang koperasi di MUI Kota Bandung. Hadir pada kesempatan sosialisasi kegiatan PM LPPM ITB, Kepala MAN 1 Kota Bandung Drs. H. Misbakhudin, M., M.Pd., Ketua Koperasi Syariah Al Murabby Endang Kurnia Priatna, S.Pd., dan para anggota.

Pelatihan teknologi informasi disamping menggunakan para pakar dari Tim Pelaksana PM juga menggaet penggiat digital Koperasi dan UMKM. “Pengembangan penggunaan teknologi informasi di koperasi dan UMKM disertai dengan mengenali kekuatan produk yang dijual dan pembuatan foto produk sebagai upaya penyebarluasan informasi produk dan layanan koperasi berbasis online merupakan suatu kebutuhan,” ucap  Asep.

Asep menjelaskan, pelatihannya berisi langkah-langkah pembuatan e-mail/ program software sistem informasi akuntansi, e-business, e-commerce yang bertujuan agar para pelanggan dan supplier koperasi mendukung pemasaran dan berkomunikasi secara mudah, cepat, tanpa perlu physically full contact. dan pengenalan media sosial facebook dan instagram dalam mempromosikan dan memasarkan produk agar dapat dikenal oleh masyarakat secara lebih luas. Luaran yang dihasilkan dari program pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya koperasi dengan teknologi informasi berbasis Less Contact Economy (LCE), publikasi pada jurnal nasional ber-ISSN, berita media massa, dan video youtube.*.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved