Gempa Bumi
Apa yang Dilakukan Setelah Terjadi Gempa? Periksalah Bagian-bagian Ini di Rumah Anda
Saat gempa bumi terjadi, hal itu memang berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan apapun yang berdiri di lokasi yang terguncang gempa.
3. Periksa bagian dalam rumah
Periksa apakah pintu dan jendela lebih sulit dibuka, dan apakah pintu tidak menutup dengan benar.
Periksa apakah atapnya bocor. Perhatikan kerusakan air pada langit-langit atau plafon.
Periksa apakah saluran dan pipa pembuangan tersambung dan tidak rusak.
Cari celah di dinding, bingkai jendela yang tidak sejajar, dan pelapis dinding luar yang kendor. Mereka semua bisa membiarkan angin masuk.
Periksa apakah lantai dipisahkan dari dinding atau tangga di dalam rumah.
Cari celah antara dinding dan perlengkapan built-in seperti lampu, lemari atau rak buku.
Cari celah di sekitar pipa ledeng yang keluar dari dinding pondasi.
Baca juga: Potensi Ancaman Megathrust di Selatan Jawa Barat, Bisa Picu Gempa dan Tsunami? Ini Penjelasannya
Menurut Federal Emergency Management Agency (FEMA), efek gempa kadang muncul dengan lambat. Penghuni rumah didesak untuk memeriksa rumah mereka dari kerusakan yang mungkin baru saja muncul.
Tembok dapat terpisah dan retakan mulai terbentuk beberapa minggu setelah gempa terjadi. Kerusakan rumah akibat gempa juga bisa tidak kentara.
Jika tidak diperbaiki pada waktunya, retakan di antara dinding dapat menyebabkan air bocor dan menyebabkan masalah serius di kemudian hari, misalnya kayu yang membusuk atau masalah dengan jamur.
Struktur rumah yang telah bergeser dari fondasinya menyebabkan area yang tidak didukung menjadi lemah dan mudah roboh.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com: https://www.kompas.com/homey/read/2021/01/15/190100976/rumah-terdampak-gempa-bumi-ini-yang-harus-diperhatikan?page=all#page2