Breaking News:

KETUA DPRD Garut Jalani Pemeriksaan 8 Jam di Kejari, Sebelumnya Ada Isu Akan Dijemput Paksa

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut, Euis Ida Wartiah, akhirnya diperiksa Kejaksaan Negeri Garut setelah sebelumnya gagal, Selasa (9/3).

Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Kejaksaan Negeri Garut. Ketua DPRD Garut, Euis Ida Wartiah, menjalani pemeriksaan pada Selasa (9/3/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut, Euis Ida Wartiah, akhirnya diperiksa Kejaksaan Negeri Garut setelah sebelumnya gagal, Selasa (9/3/2021).

Pemeriksaan tersebut perihal dugaan terkait dugaan penyelewengan dana pokok-pokok pikiran (pokir), biaya operasional (BOP), dan dana reses di lingkungan DPRD Garut.

Kepala Kejari Garut, Sugeng Hariadi, mengatakan saat ini pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.

"Sudah ada beberapa orang yang kita panggil dan mintai keterangan, baik mantan anggota DPRD Garut periode 2014-2019, pihak Sekretariat Dewan, dan juga eksekutif. Mereka kita periksa terkait kasus dugaan penyelewengan sejumlah kegiatan di lingkup DPRD Garut seperti pokir, BOP, 
dan reses," kata Sugeng saat ditemui di ruang kerjanya Selasa malam.

Pantauan Tribunjabar.id di lokasi, pada hari ini ada dua mantan anggota DPRD Garut periode 2014-2019, yaitu Endang Kahfi dan Euis Ida Wartiah yang sekarang menjabat sebagai Ketua DPRD Garut.

Pemeriksaan terhadap keduanya berlangsung selama delapan jam, dari mulai pukul 08.00 hingga pukul 15.00 WIB.

Lebih jauh, Sugeng menjelaskan pemanggilan terhadap Euis dan Endang ini adalah yang keduakalinya.

Baca juga: Dua Gempa Bumi Guncang Nabire Papua Malam Ini, Pusatnya di Darat, Magnitudo 4,3 dan 3,3

Baca juga: Keluarga Kamilia Akhirnya Lapor ke Polisi, Gadis Garut yang Diduga Diculik Ternyata Belum Ditemukan

Pekan lalu, Euis tidak jadi diperiksa meskipun sudah datang ke Kejari karena ada kegiatan lain. 

Sementara Endang pekan lalu sudah menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya beredar rumor Kejari akan menjemput paksa, namun hal tersebut dibantah oleh Sugeng.

Baca juga: APA Arti Hipospadia yang Menimpa Aprilia Manganang, Atlet Voli Putri Itu Kini Jadi Laki-laki Sejati

"Tidak sampai dilakukan penjemputan paksa. Ia datang secara baik-baik untuk memenuhi panggilan kami," ucap Sugeng. (*)

Penulis: Sidqi Al Ghifari
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved