Minggu, 10 Mei 2026

Gempa Bumi

Mengapa Sering Terjadi Gempa Bumi di Jepang? Ini Penjelasannya

Gempa bumi sering terjadi di Jepang, yang berada di cincin api Pasifik, salah satu daerah seismik paling aktif di dunia.

Tayang:
Editor: Hermawan Aksan
Tribunnews.com
Guncangan gempa di Fukushima, Jepang, Sabtu (13/2/2021) malam terasa sampai di Kota Tokyo. Perabot di ruangan terguling akibat kerasnya guncangan. 

TRIBUNJABAR.ID - Gempa besar menghantam Jepang pada Sabtu, 13 Februari 2021, dengan pusat di pinggir pantai Fukushima Tohoku, utara Jepang, pukul 23.08 waktu Jepang (21.08 WIB).

Gempa besar itu membuat semua kereta api di Tohoku sampai ke Tokyo berhenti dan listrik padam di sekitar 90.000 rumah tangga.

"Gempa berkekuatan magnitude 7,1 terjadi jam 23:03 membuat sekitar 900.000 rumah tangga mati lampu dan menghentikan banyak kereta api termasuk Shinkansen," ujar Katsunobu Kato, Sekretaris Kabinet Jepang pada malam kejadian gempa itu.

Baca juga: Pulau Kalimantan Disebut Pulau Paling Aman dari Bencana Gempa dan Tsunami, Ternyata Ada 4 Sesar

Baca juga: Apa Itu Sunda Megathrust? Bila Terjadi Gempa Besar Bisa Picu Tsunami, Begini Cara Selamatkan Diri

Tim penanggulangan bencana langsung dibentuk di kantor PM Jepang malam itu dan pukul 1 pagi (14/2/2021) waktu Jepang Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga melakukan jumpa pers.

Banyak rumah di daerah Tohoku di Perfektur Fukushima dan sekitarnya rusak akibat gempa besar ini.

Sejumlah kediaman warga di KotaTokyo rusak. Sebuah gedung berlantai 10 mengalami porak poranda akibat gempa di Fukushima tersebut.

Gempa ini tidak menyebabkan tsunami, berbeda dengan gempa besar 11 Maret 2011 yang berdampak tsunami dengan ketinggian 20 meter.

Gempa susulan dengan kekuatan 5,1 magnitude berlangsung lagi jam 23:51 waktu Tokyo dan terasa sampai di Kota Tokyo.

Kerusakan akibat gempa besar 7,1 skala magnitude yang mengguncang Prefektur Fukushima, Sabtu (13/2/2021).
Kerusakan akibat gempa besar 7,1 skala magnitude yang mengguncang Prefektur Fukushima, Sabtu (13/2/2021). (koresponden tribunnews.com, richard susilo)

Sampai dengan pukul 00:15 waktu Jepang (14/2/2021) sudah terjadi 9 kali gempa susulan.

Dilansir oleh Theguardian.com, pascagempa, sekitar 100 orang mengalami luka-luka.

Sejauh ini tidak ada laporan korban meninggal dunia.

Badan meteorologi geofisika Jepang mengumumkan tidak ada tsunami.

Tetapi gempa telah memicu pemadaman listrik yang meluas.

Gempa ini terjadi hanya beberapa minggu sebelum peringatan 10 tahun bencana Jepang, pada 11 Maret 2011.

Gempa yang baru saja terjadi di Jepang ini merupakan gempa susulan dari gempa tahun 2011 yang memicu kehancuran nuklir Fukushima Daiichi.

Tidak hanya itu, gempa pada 2011 tersebut memicu tsunami yang meluluhlantakkan seluruh kota dan desa.

Akibat dari peristiwa itu, lebih dari 18.000 orang tewas.

Cincin Api Pasifik

Gempa bumi sering terjadi di Jepang, yang berada di cincin api Pasifik, salah satu daerah seismik paling aktif di dunia.

Jepang menyumbang sekitar 20% gempa bumi di dunia dengan kekuatan 6 skala Richter atau lebih besar.

Kenji Satake, seorang profesor di institut penelitian gempa bumi Universitas Tokyo, mengatakan kepada kantor berita Kyodo.

"Karena (gempa tahun 2011) adalah gempa yang sangat besar dengan kekuatan 9,0 skala Richter, tidak mengherankan jika ada gempa susulan (seperti saat ini)," ujarnya.

Penyebab Gempa Bumi di Jepang

Dikutip dari japan-guide.com, Minggu (14/2/2021), Kepulauan Jepang terletak di daerah tempat beberapa lempeng benua dan samudra bertemu.

Inilah penyebab seringnya gempa bumi dan banyaknya gunung berapi serta mata air panas di seluruh Jepang.

Gempa bumi yang terjadi di bawah atau dekat laut dapat memicu gelombang pasang (tsunami).

Pengukuran Gempa

Skala shindo Jepang untuk mengukur gempa bumi lebih umum digunakan di Jepang daripada skala Richter untuk menggambarkan gempa bumi.

Shindo mengacu pada intensitas gempa bumi di lokasi tertentu, yaitu apa yang sebenarnya dirasakan orang di lokasi tertentu.

Sedangkan skala richter mengukur besarnya gempa, yaitu energi yang dilepaskan oleh gempa di pusat gempa.

- Shindo 1: Gempa ringan yang hanya dirasakan oleh orang yang tidak bergerak

- Shindo 2-4 : Gempa minor yang tidak menimbulkan kerusakan

- Shindo 5 : Benda-benda mulai berjatuhan

- Shindo 6-7 : Gempa yang cukup parah mengakibatkan kerusakan berat

Masyarakat Jepang Siap Siaga

Setiap rumah tangga yang ada di Jepang harus menyimpan perlengkapan bertahan hidup dengan senter, radio, kotak P3K dan makanan serta air yang cukup untuk bertahan selama beberapa hari pasca-gempa.

Para masyarakat Jepang diimbau untuk tidak meletakkan benda berat di tempat yang mudah terjatuh saat gempa dan menyebabkan cedera.

Selain itu, mereka dilatih untuk membiasakan diri untuk datang ke tempat evakuasi pada area yang telah ditentukan saat gempa terjadi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kenapa Jepang Sering Terjadi Gempa Bumi? Berikut Penjelasannya, https://www.tribunnews.com/internasional/2021/02/14/kenapa-jepang-sering-terjadi-gempa-bumi-berikut-penjelasannya?page=3.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved