Breaking News:

Jadi Tersangka, Karena Hal Sepele, Ibu Aniaya Anak Tiri, Kaki Patah dan Ada Luka Siraman Air Panas

Polisi tetapkan jadin tersangka kepada Ibu yang telah aniaya anak tiri hingga kaki sebelah kiri patah dan ada temuan bekas luka siraman air panas

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Polisi menetapkan SS (21) ibu tiri yang aniaya bocah berinial AA (6) warga Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif mengatakan, motif SS menganiaya anak tirinya karena jengkel melihat AA selalu bermain.

"Dugaan kasus kekerasan tehadap anak hasil pemeriksaan saat ini kita sudah melakukan penahanan terhadap SS, tersangka dari tindak kekerasan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan kepada AA umur 6 tahun. Motifnya karena jengkel, anaknya sering main, bermain-main terus di rumah tidak bisa diarahkan," ujarnya kepada wartawan, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Polisi Amankan 8 Pencuri Sepeda Motor di Sukabumi, Terancam 7 Tahun Bui

Lukman menuturkan, korban mengalami luka di bagian kaki, tangan, bibir hingga leher.

"Luka yang terdapat pada badan anak itu perbuatan dari ibu tirinya, mulai bibir, leher, tangan, kaki patah sebelah kiri, kaki sebelah kanan juga mengalami bekas luka akibat penyiraman air panas," katanya.

Akibat perbuatannya SS dikenakan pasal 80 ayat 2 dan 4 UU nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara plus sepertiga sesuai dengan ayat 4.

Baca juga: Persib Bandung tak akan Gelar Gim Internal Lagi, tapi Berlatih Bareng Tim PON, Ini Alasan Robert

"Kalau terhadap ibu tirinya SS sudah kita tangani pidananya sesuai pasal 80 ayat 2 dan 4 UU nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, ancaman hukumannya 5 tahun penjara plus sepertiga diayat 4, dikarenakan kekerasan tersebut dilakukan oleh orang tua atau wali dari pada korban," katanya.

Lukman menjelaskan, saat ini kondisi korban sudah membaik dan bisa tertawa lepas.

Namun, masih harus menjalani rawat jalan dan pemantauan oleh dokter.

"Saat ini sudah kordinasi dengan PPA kabupaten Sukabumi untuk mobilingnya. Sekarang alhamdulillah setelah saya cek tadi ke rumah sakit AA sudah bisa tertawa dan komunikasi hari ini sudah bisa pulang dengan catatan rawat jalan, masih dalam pemantauan dokter rumah sakit," katanya.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved