Breaking News:

Pedasnya Harga Cabai Rawit Diperkirakan Berlangsung Lama, Tergantung Cuaca

Dengan kondisi cuaca yang banyak hujan dengan intensitas tinggi, hasil panen cabai rawit di sentra sayur-mayur Sukamantri turun sampai 50%.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Hermawan Aksan
tribunjabar/hakim baihaqi
Cabai rawit merah di sebuah pasar. Harga cabai rawit yang tinggi diperkirakan akan berlangsung lama. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUBJABAR.ID, CIAMIS – Pedasnya harga cabai rawit, yang saat ini mencapai Rp 120.000/kg (setara harga daging sapi), bahkan di sejumlah daerah sudah menembus angka Rp 150.000/kg, diperkirakan akan berlangsung lama.

Tetapi semua tergantung cuaca.

“Kalau cuacanya seperti sekarang ini terus, banyak hujan, diperkirakan tingginya harga cabai rawit akan berlangsung lama,” ujar Pipin Arif Apilin, petani cabai yang juga Ketua Gapoktan “Karangsari “ Desa Cibeureum, Sukamantri, Ciamis, kepada Tribun, Minggu (7/3).

Baca juga: Timnas U-23 Indonesia vs Bali United 3-1, Kiper Persib Bandung Kawal Gawang Garuda Muda

Baca juga: Setelah Menjadi Bupati Terpilih, Dadang Supriatna Kini Menjadi Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung

Dengan kondisi cuaca yang banyak hujan dengan intensitas tinggi, menurut Pipin, hasil panen cabai rawit di sentra sayur-mayur Sukamantri turun sampai 50% dan kualitas panen juga menurun, akibat serangan hama penyakit yang dipicu curah hujan tinggi.

Di tingkat petani di Sukamantri, kata Pipin, harga cabai rawit merah saat ini sudah menembus angka Rp 75.000/kg.

Areal panen cabai rawit di Sukamantri, ujar Pipin, tidak terlalu luas, hanya sekitar 7 hektare.

“Hasilnya juga kurang bagus. Jadi susah diprediksi kapan harga cabai rawit akan normal kembali. Karena tergantung cuaca,” katanya.

Adapun harga cabai merah keriting dan cabai lokal tanjung dan cabai besar TW, menurut Pipin, diperkirakan akan turun dan normal kembali sekitar bulan April dan Mei, sekitar bulan puasa dan Lebaran nanti.

“Pada bulan April dan Mei nanti akan terjadi panen raya cabai merah keriting dan cabai besar TW,” ujar Pipin.

Awal tahun lalu banyak petani yang menanam cabai merah keriting, cabai lokal tanjung, dan cabai besar TW dengan target panen bulan puasa dan Lebaran.

“Dan bulan April dan Mei nanti akan memasuki panen raya,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved