Sabtu, 16 Mei 2026

Mau Jadi Warisan Budaya, Begini Keistimewaan Oncom Asal Dawuan Subang, Beda dengan Tempat Lain

Oncom saat ini tengah diajukan sebagai warisan budaya. Di Dawuan , Kabupaten Subang pun oncom

Tayang:
Penulis: Irvan Maulana | Editor: Ichsan
tribunjabar/irvan maulana
Mau Jadi Warisan Budaya, Begini Keistimewaan Oncom Asal Dawuan Subang, Beda dengan Tempat Lain 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Oncom saat ini tengah diajukan sebagai warisan budaya. Di Dawuan , Kabupaten Subang pun oncom diproduksi dan rasanya dikenal khas, berbeda dengan di tempat lain.

Oncom satu makanan yang diolah dengan cara fermentasi. Oncom adalah makanan khas Jawa Barat.

Proses fermentasinya diperoleh dari campuran kapang, yang dicampur dengan sisa bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas kedelai, sisa olahan tahu dan tempe, atau ampas kelapa yang difermentasi hingga tahap spora.

Mirip dengan pengolahan tempe hanya perbedaan pada oncom ketika hasil olahan dinyatakan siap dipasarkan setelah kapang menghasilkan spora, sementara pada tempe hasil olahan siap dipasarkan sebelum kapang menghasilkan spora atau baru dalam tahap hifa.

Baca juga: Kenapa Pedagang di Mall Didahulukan Disuntik Vaksin Covid-19 ? Begini Kata Kadisdagin Kota Bandung

Selain memiliki citarasa yang khas, oncom Dawuan memiliki kandungan gizi yang relatif baik.

Tak ayal oncom Dawuan sering jadi buruan pedagang sayur keliling untuk dipasarkan, kelebihannya selain dari ukuran agak lebih besar oncom Dawuan juga dapat dipasarkan dengan keadaan segar.

Ketua Kelompok Kerja Usaha Oncom Dawuan, Harun (55) menjelaskan, oncomnya dipasarkan hanya di depan rumah produksinya.

Ini karena pemesan dan penjemputnya yang merupakan tukang sayur keliling datang sendiri.

Meski terbilang kecil, rumah olahan oncom milik Harun mampu memproduksi hingga rata-rata 50 kilogram bahan oncom perharinya.

"Kalau saya gak banyak, paling 30 sampai 50 kilogram, kan kalau sudah jadi oncom ngembang, segitu juga banyak, tukang sayur bisa dua sampai tiga kali angkut," kata Harun kepada Tribun, di Rumah Produksinya, Desa Dawuan Kaler, Subang, Rabu (3/3/2021).

Secara terpisah, Tety Nurhayati pembuat produk kuliner oncom juga menjelaskan, ia menilai ada perbedaan oncom Dawuan dengan oncom lain.

Baca juga: Sukses Perankan Istri Mas Al di Ikatan Cinta, Ini Karakter Andin vs Amanda Manopo, Beda Banget?

"Menurut saya ada ke khasan sendiri, teksturnya selain lembut, bagian dalam oncom Dawuan juga terasa lebih kenyal," ujar Tety kepada Tribun di lokasi rumah produksi oncom Suwarno.

Tety mengatakan rasa aroma ragi dari oncom Dawuan dalam keadaan mentah juga tidak timbul.

"Lebih dominan tidak beraroma, dan kalau kita mau bentuk ini oncom juga tidak gampang hancur, misal mau kita goreng bentuk dadu atau mau kita sayur dengan potongan pipih juga tidak mudah hancur karena kenyalnya itu," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved