Breaking News:

Gempa Bumi

Selain Gempa Bumi, Pergerakan Tanah Juga Ancam Majalengka, Semua Kecamatan Rawan

Majalengka selain rawan diguncang gempa bumi juga rawan terjadi pergerakan tanah.

Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Pergerakan tanah di Blok Tarikolot, Desa Sidamukti, Kecamatan/Kabupaten Majalengka semakin parah, Senin (25/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Bandung merilis daftar kecamatan di Kabupaten Majalengka yang berpotensi terjadi bencana alam pergerakan tanah.

Selain banjir dan gempa bumi, Majalengka juga rawan mengalami pergerakan tanah.

Majalengka diketahui terlewati sesar Baribis.

Dalam daftar tersebut, semua kecamatan di Majalengka yang berjumlah 26 kecamatan berpotensi terjadi pergerakan tanah yang rata-rata tingkat kerawanannya berada di level menengah dan tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Iskandar Hadi membenarkan perihal data yang dikeluarkan Badan Geologi Bandung tersebut.

Baca juga: Dibiarkan Ambruk 3 Bulan, Seniman Tradisional Pertanyakan Perbaikan Geo Theater Rancakalong

Baca juga: Fakta-fakta Mama Muda di Garut Dicabuli di WC Umum, Pintu WC Cuma Secarik Kain & Korban Gigit Pelaku

"Ya ada 26 kecamatan atau keseluruhan memang rawan, bahkan sudah diklaim oleh provinsi, kami peringkat ke-13 atau 14 daerah rawan bencana seperti pergerakan tanah dan longsor khususnya di wilayah Majalengka selatan," ujar Iskandar Hadi saat dikonfirmasi, Selasa (2/3/2021).

Iskandar menambahkan, titik yang rawan di beberapa lokasi mengancam permukiman warga.

Untuk itu Pemkab Majalengka telah menyiapkan tempat relokasi bagi warga yang berada di lokasi rawan.

Tercatat ada dua titik yang telah disiapkan untuk relokasi yaitu Desa Mekarmulya, Kecamatan Lemahsugih dan Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka.

"Ada beberapa yang berdampak pada permukiman masyarakat. Seperti di Mekarmulya, Lemahsugih dan Kelurahan Munjul. Di sana ada beberapa blok yang sudah kami siapkan untuk relokasi," ucapnya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu anggaran pusat untuk membangun tempat relokasi.

"Nunggu anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana, sekarang kami sedang usul ke BNPB untuk pembangunan tempatnya. Yang kami usulkan sekarang ini di dua titik tadi," ujar Iskandar.

Baca juga: Petani Menjerit, Akibat Banjir Subang, 2.000 Hektare Sawah Gagal Panen, Kerugian Capai Rp 6 Miliar

Baca juga: Bongkar Honor Main di Ikatan Cinta, Amanda Manopo Nyaris Gagal Jadi Andin, Manager; Sampai Nego-nego

Penulis: Eki Yulianto
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved