Breaking News:

Kerap Terjadi Kerumunan di Pasar Tumpah Jatinangor, Satpol PP Sumedang Tingkatkan Patroli

Aktivitas di Pasar Tumpah Jatinangor, Kabupaten Sumedang saat ini menjadi perhatian Satpol PP karena masih banyak yang melanggar protokol kesehatan

Istimewa
Anggota Satpol PP Sumedang saat memberikan sanksi denda kepada para pedagang di Pasar Tumpah Jatinangor. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Aktivitas di Pasar Tumpah Jatinangor, Kabupaten Sumedang saat ini menjadi perhatian Satpol PP karena masih banyak yang melanggar protokol kesehatan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Seperti diketahui, pada Minggu (28/2/2021), Satpol PP Kabupaten Sumedang membubarkan pedagang di pasar tersebut dan 83 pedagang dikenakan sanksi denda karena terlalu berkerumun dan tidak memakai masker.

Kepala Bidang Penegakkan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kabupaten Sumedang, Yan Mahal Rizzal, mengatakan, untuk kedepan pihaknya akan terus melakukan patroli ke pasar tumpah tersebut.

"Selain itu melakukan penindakan ke lokasi yang biasa para pedagang ini melaksanakan aktivitas," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar, Minggu (28/2/2021).

Menurutnya, hal tersebut memang perlu dilakukan oleh Satpol PP karena potensi mengundang kerumunan dan tidak menjaga jarak sangat tinggi.

"Kita juga akan terus imbau dan ingatkan mereka, untuk kedepan agar mereka dapat menahan diri untuk tidak melanggar protokol kesehatan," kata Rizzal.

Pihaknya juga mengingatkan, agar pedagang di Pasar Tumpah tersebut harus tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan saat beraktivitas di lokasi.

Baca juga: Streaming Ikatan Cinta Malam Ini Pukul 19.30, Al Bikin Andin Ngambek, Berikut Link Nontonnya di RCTI

"Terus membatasi aktivitas di luar rumah manakala tidak terlalu penting. Hal ini sanada dengan aturan PSBB Proporsional dan PPKM Mikro," ucapnya.

Menurutnya, terkait kegiatan pasar tumpah itu sama dengan kegiatan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang penempatan dan pejualannya diatur oleh Keputusan Bupati Sumedang.

"Jadi harus ada peran masyarakat juga untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 19, termasuk di dalamnya para pelaku usaha dan pedagang itu sendiri," kata Rizzal.

Baca juga: Potensi Gempa Bumi 7,2 SR dari Sesar Lembang dan Bahaya Pengulangan Gempa Besar 500 Tahun

Baca juga: ANEKA RESEP Kolak untuk Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan, Segar dan Bahannya Gampang

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved