Senin, 27 April 2026

Heboh Bupati Garut Retas Nomor WA Sejumlah Warga Lalu Minta Pulsa, Ini Modusnya, Jangan Tertipu

Ini modus orang yang mengaku bupati Garut meretas nomor WA sejumlah warga lalu meminta pulsa.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Bupati Garut, Rudy Gunawan. 

Laporan Kontributor Tribunjabar Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Modus penipuan Papa minta pulsa kini heboh di Garut. Kali ini bukan Papa yang minta pulsa tapi "Bupati" minta pulsa via Facebook dan WhatsApp.

Akun yang mencatut nama Bupati Garut itu kerap menipu pengguna Facebook, dengan mengirim pesan ke pengguna lain dengan meminta pengisian pulsa.

Salah satu korbannya adalah Nunung Rohmaidah (32), warga Desa Ciburuy, Kecamatan Bayongbong.

Baca juga: Kabar Baik Buat Bobotoh, Satu Pemain Asing Persib OTW Bandung Hari Ini

Baca juga: BREAKING NEWS, Bupati Ciamis Sekeluarga dan Wakil Bupati Terpapapar Covid-19, Ini Kondisi Mereka

Nunung yang seorang guru mengaku dihubungi oleh Bupati Garut Rudy Gunawan via Facebook Messenger. 

"Awalnya, sih, aneh, ya, kok, bupati langsung menghubungi saya, masa iya. Kemudian dia meminta nomor WhatsApp saya, tidak lama ia meminta kode keamanan," katanya, Jumat (26/02/2021).

Setelah Nunung memberikan kode keamanan, WhatsApp-nya langsung tidak bisa digunakan.

"Saya tanya teman saya, dari teman saya tahu bahwa WhatsApp saya mengirimkan pesan ke berbagai grup yang bertuliskan “Di grup ini ada yg jualan pulsa mohon infonya segera” ada salah satu siswa saya yang tertipu, ia mengirim pulsa 200 ribu, padahal itu bukan saya," ujarnya. 

Warga Garut lain yang menjadi korban ialah Neni Susi Padilah.

Ia mengaku dihubungi oleh orang nomor satu di Garut, Rudy Gunawan.

"Penipu itu meminta kontak WA saya, ya, saya kasih. Kemudian ia meminta kode verifikasi yang masuk ke sms saya, akhirnya WA saya diambil alih oleh dia," katanya.

Neni mengaku setelah WhatsApp-nya diretas oleh pelaku, pelaku langsung menghubungi semua kontak termasuk grup yang ada di WhatsApp-nya.

"Kontak saya satu per satu dihubungi, di grup juga si pelaku mengirimkan pesan ke grup dengan menanyakan siapa yang jual pulsa," ucapnya.

Neni mengatakan permohonan maaf kepada teman sekontaknya.

Ia mengimbau agar yang menerima pesan tersebut untuk tidak merespons apapun.

"Mohof maaf jika ada yang ada minta pulsa atau uang via whatsapp atas nama saya jangan dihiraukan, karena akun WhatsApp saya ada yang meretas," ucapnya.

Baca juga: Diserbu, Microsoft Tutup Kolom Komentar, Imbas Studi Netizen Indonesia Terburuk Se-Asia Tenggara

Baca juga: Beredar Kronologi KPK Lakukan OTT kepada Gubernur Sulawesi Selatan, BB Sekoper Uang Rp 1 Miliar

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved