Berstatus Anak Kondektur Bus, Daffa Mampu Membuktikan Diri, Lulus Kuliah dengan Status Cumlaude
Daffa Muhammad Dzubyan merupakan contoh nyata, keterbatasan ekonomi orang tua tak menjadi penghalang untuk berprestasi.
Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
"Kalau uang saku dari orang tua memang masih suka dikirim, tapi karena saya enggak mau terus membebani orang tua, maka saya berusaha semampu saya seperti berjualan kue ini. Untuk kebutuhan sehari-hari saja. Tentunya ada kepuasan dari upaya yang saya lakukan, yaitu bisa beli kebutuhan sendiri dengan hasil keringat sendiri," ujar Daffa.
Daffa menambahkan, selain kondisi keterbatasan ekonomi, keluarganya juga tidak memiliki rekam jejak latar belakang pendidikan yang tinggi.
Namun, lagi-lagi, itu justru memotivasi dirinya untuk dapat melampaui tantangan tersebut dengan giat belajar dan meraih gelar sarjana tepat waktu.
Bahkan, ia berharap, perjuangan yang dilaluinya akan mengantarkannya pada suatu jenis pekerjaan yang mapan dan mampu meringankan beban orang tuanya dalam upaya memenuhi kebutuhan kehidupan keluarganya.
"Suatu saat nanti, saya akan membuktikan diri bahwa niat dan kerja keras perjuangan saya lakukan, akan mampu mengangkat derajat orang tua dan keluarga kami," katanya.
Ayah Daffa, Utep Rodiana, mengungkapkan sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang tua menjadi tulang punggung bagi keberlangsungan hidup anak-anaknya termasuk dalam membiayai pendidikan.
Menurutnya, dalam keadaan apa pun orang tua harus mengusahakan yang terbaik demi mewujudkan cita-cita anaknya.
“Saya mendukung anak saya kuliah dan saya berpesan kepada orang tua lain, meskipun tidak punya biaya, jika anak ingin sekolah, sekolahkan terus. Jangan takut tidak punya biaya karena jika niatnya baik insya Allah ada jalannya,” katanya.
Rektor Unisba, Prof Edi Setiadi, mengatakan, pelantikan wisudawan kali ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Baca juga: Nissa Sabyan Bantah Menikah Siri dengan Ayus, Ayahnya Jelaskan Umi Adalah Panggilan di Rumah
Meski demikian, dia mengajak kepada wisudawan untuk tidak menyesalinya karena banyak hikmah yang sangat besar walaupun tidak disadari.
“Suasana seperti ini tidaklah perlu diratapi terus-menerus akan tetapi kita harus tetap bersabar, berpikir dan mencari solusi,” ujarnya dalam sambutan prosesi wisuda gelombang II tahun akademik 2019-2020, Sabtu (20/2/2021).
Menurutnya, dalam suasana wabah ini dan datangnya era Industri 4.0, sesungguhnya menyajikan peluang yang sangat menjanjikan untuk para lulusan.
Sehingga, menurutnya, wisudawan harus memiliki kejelian melihat berbagai peluang di balik rintangan dan tantangan yang mengadang.
“Carilah inovasi dan tetaplah dengan semangat menyongsong hari depan, sehingga Anda tidak akan terbelenggu dan tergilas oleh kemajuan zaman di era Revolusi 4.0,” ucapnya.
Edi Setiadi berpesan agar seluruh wisudawan dan alumni untuk selalu menjaga nama baik Unisba dengan bekerja baik dan berkarya sepenuh hati karena kebesaran dan keberhasilan alumni akan membawa dampak positif dan menambah kebesaran Unisba.