Breaking News:

Puluhan Rumah Rusak Akibat Retakan Tanah di Kabupaten Bandung, Warga Khawatir

Puluhan rumah rusak akibat akibat adanya pergerakan tanah rayapan, di Desa Buninagara, Kecamatan Kuta Waringin, Kabupaten Bandung.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sebanyak 28 rumah rusak, akibat adanya pergerakan tanah rayapan, di Desa Buninagara, Kecamatan Kuta Waringin, Kabupaten Bandung.

Menurut salah seorang dari komunitas Forum Pengurangan Risiko Bencana, Dadang Hermawan terjadinya retakan di tanah dan dinding rumah di di kampung tersebut akibat adanya pergeseran tanah rayapan.

"Retakan di (dinding dan lantai) rumah akibat pergeseran tanah karena hasil dari kajian vulkanologi itu ada pergerakan air atau jalur air (di bawahnya)," ujar Dadang, saat dihubungi tribun jabar, Minggu (21/2/2021).

Baca juga: Dua Wanita Diamankan Dari Kamar Kos, Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang, Polisi Temukan Bukti Ini

Dadang, mengatakan rumah yang terdampak kini terus bertambah.

"Total yang terdampak ada 28 rumah, 6 rusak berat dan 22 rusak ringan. Itu terdapat di dua RT, yakni RT 01 dan RT 04, di RW 2," kata Dadang.

Dadang memaparkan, namun dampak tersebut terjadi sekaligus, tapi secara bertahap.

Baca juga: Tolak Bersihkan Fasilitas Umum, Ibu-Ibu Dihukum Bernyanyi dan Kaum Bapak Push Up, Tak Pakai Masker

"Mulai terjadi pergerakan tanah sekitar Agustus 2020, ini merupakan pergerakan tanah rayapan," ujarnya.

Menurut  data yang diberikan Dadang, gerakan tanah di Desa Buninagara berupa longsoran tipe lambat atau tipe rayapan / nendatan dengan ditandai adanya rekahan pada tanah, retakan pada rumah-rumah penduduk, dan jalan, serta amblasnya
permukaan air sumur.

Kedalaman retakan mencapai sekitar 2 meter, lebar rekahan10 - 50 cm serta panjang retakan pada pada tubuh jalan mencapai 10 meter.

Baca juga: VIRAL VIDEO Detik-detik Kapal Terbalik di Dermaga Perigi Piai, Ibu-ibu Teriak Histeris

"Kalau untuk pengungsian belum ada, hanya kami imbau saja karena mereka mau ngungsi juga, ngusi ke,mana. Cuman untuk jalur (evakuasi) pegungsian sudah kami siapkan," ucap dia.

Dadang mengatakan, kalau misal ada sesuatu terjadi, amit-amit, itu jangan terjadi, tapi jalur (evakuasi) sudah diiskusikan.

"Untuk sementara semua (masyarakat) siaga kemdian barang-barang berharga diimbau disimpan dalam satu tas. Bilamana kemungkinan terjadi, yang dibawa itu bukan apa-apa tapi tas tersebut yang dibawa, tas siaga namnya," tuturnya.

Baca juga: Pasien Rumah Sakit di Karawang Kabur Gara-gara Ruangan Terendam Banjir Setinggi Dada

Kini kata Dadang masyarakat, masih menempati rumahnya masing-masing. Dadang mengaku.

"Alahamdulillah, kini sudah ada respon dari pihak kecamatan dan BPBD juga," ucapnya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved