Breaking News:

MANTAP, Gula Semut Buatan Ciracap Sukabumi Terjual hingga ke Eropa, Bahannya Aren dan Kelapa

Gula semut buatan warga Kampung Pasir Gancleng, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi

tribunjabar/m rizal jalaludin
MANTAP, Gula Semut Buatan Ciracap Sukabumi Terjual hingga ke Eropa, Bahannya Aren dan Kelapa 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Gula semut buatan warga Kampung Pasir Gancleng , Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terjual ke sejumlah negara di Asia dan Eropa .

Pengusaha gula semut, Rismayadi mengatakan awalnya ia hanya memproduksi gula cetak yang dijual per bungkus.

Namun, karena ada permintaan gula semut, akhirnya ia memproduksi gula semut.

"Gula semut ini diproduksi sudah beberapa tahun yang lalu, asalnya dari gula cetak, nah berhubung ada yang meminta untuk produksi gula semut, maka semenjak itu dicoba untuk memproduksi gula semut," ujarnya, Sabtu (20/2/2021).

Baca juga: PPKM Berlaku Februari, Dana Desa Turun Maret, Desa di KBB Ini Terpaksa Utang Rp 3 Juta Buat PPKM

MANTAP, Gula Semut Buatan Ciracap Sukabumi Terjual hingga ke Eropa, Bahannya Aren dan Kelapa b
MANTAP, Gula Semut Buatan Ciracap Sukabumi Terjual hingga ke Eropa, Bahannya Aren dan Kelapa b (tribunjabar/m rizal jalaludin)

Ia menuturkan, produksi gula semut miliknya tidak menggunakan bahan kimia, ada dua bahan gula semut yang ia pakai, yaitu aren dan kelapa.

"Alhamdulillah hasilnya seperti apa yang bisa kita lihat sekarang, proses produksi gula semut ini murni tidak ada bahan kimia, bahannya dari aren dan kelapa," ujarnya.

Ia menyebut, negara-negara yang sering diekspor gula semut produksinya adalah Belanda, Inggris hingga Prancis.

Dalam sehari ia mampu memproduksi sebanyak 2 ton dan mampu ekspor 60 ton per bulan. Untuk harga jual, ia menjual Rp 25 ribu per kilo gram.

Baca juga: Kondisi Ashanty yang Idap Covid-19 Tak Stabil, Dirawat Intensif di Rumah Sakit, Sempat Cek Paru-paru

"Permintaan gula semut ini berasal dari negara-negara Eropa, karena gula kelapa ini disenangi warga negara Eropa, sementara untuk di Asia kebanyakan menggunakan gula aren, produksi harian kami ini sekitat sekitaf 1 sampai 2 ton sehari. Dan terjual sekitar 60 ton per bulan, negara-negara yang di Ekspor untuk gula semut ini ke negara Belanda, Inggris, Prancis," ujarnya.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved