Bertahan Saat Pandemi Covid-19, Sandal Citarik Sukabumi Buatan Acun Tembus Pasar Luar Negeri

Produksi sandal gunung yang dilakukan perajin di Kampung Lebak Wangi, tetap bertahan di masa pandemi Covid-19.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Giri
Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
Acun perajin sandal Citarik di Kampung Lebak Wangi RT 05/RW 03, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi, M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Produksi sandal gunung yang dilakukan perajin di Kampung Lebak Wangi RT 05/RW 03, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tetap bertahan di masa pandemi Covid-19.

Adalah Acun, perajin sandal gunung Citarik yang tetap eksis di masa sulit ini.

Acun bercerita, pertama kali membuat sandal gunung produksi rumahan itu pada 2004.

Sebelumnya, ia sempat bekerja sebagai guide di tempat wisata rafting dengan menjual sandal kiriman dari Bogor.

Sampai suatu ketika, diya terinspirasi membuat sandal sendiri yang dinamai sandal gunung Citarik.

Saat ditemui TribunJabar.id di kediamannya, Kamis (18/2/2021), Acun mengaku belajar autodidak dalam membuat sandal tersebut.

"Beli mesin seken, dua bulan kemudian beli alatnya lagi, terus enam bulan baru terwujud, sampai ada teman yang kerja. Alhamdulillah berjalan," ucapnya.

Baca juga: Kapolda Jabar Sesalkan Anggotanya Terlibat Kasus Narkoba, Sebut Ada Dua Sanksi yang Bisa Dijatuhkan

Baca juga: Rinada Mantan Istri Personel The Titans Minta Maaf, Katanya Baru Coba, Kini Ditetapkan Tersangka

Untuk proses pembuatan, Acun menjelaskan, dia menyiapkan bahan karet sol, spon, dan tali.

Awalnya, dia memotong spon dan menjahit tali sesuai ukuran sandal yang akan dibuat.

"Pertama kita siapkan bahan baku dulu, talinya webing, buat atasnya ada spon. Kemudian bawahnya karet sol. Setelah itu cara pembuatannya itu kita mulai dari motong tali, menjahit talinya sesuai dengan sandal yang akan dibikin. Kemudian pemotongan spon pakai mesin manual, lanjut dengan bawahnya, karetnya dihaluskan dulu pakai amplas supaya bagus. Setelah itu lobangin di spon buat tali, lem, lalu finishing," ucapnya.

Untuk penjualan, dia bekerja sama dengan beberapa tempat wisata rafting di wilayah Cikidang.

Bahkan, sandalnya juga tembus ke berbagai pasar di luar Jawa dan Bali.

Tak hanya dipasarkan di sejumlah wilayah di Indonesia, sandal gunung Citarik buatannya juga tembus pasar luar negeri.

Satu di antaranya sampai ke Singapura.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved