Breaking News:

Guru-guru di Jawa Barat Akan Divaksin Covid-19, Begini Opsi yang Akan Dijalankan Disdik Jabar

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tengah mengkaji proses pemberian vaksin kepada guru sehingga tidak memakan waktu lama.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, saat ditemui di Kantor Disdik Jabar, Rabu (10/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tengah mengkaji proses pemberian vaksin kepada guru sehingga tidak memakan waktu lama.

Penyusunan strategi ini menyusul rencana pengajuan vaksin untuk 28 ribu guru dan tenaga pendidikan di Jabar.

Seperti diketahui, pada vaksinasi Covid-19 tahap II di Jabar yang rencananya bakal dimulai pada pekan ini akan menyasar para pelayan publik, pelaku ekonomi seperti pedagang di pasar, TNI dan Polri, termasuk guru dan tenaga pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, mengatakan diperkirakan sejumlah guru tersebut akan mendapatkan vaksin pada minggu ketiga Maret 2021.

Dedi mengatakan salah satu strategi untuk mengoptimalkan waktu vaksinasi, yaitu dengan mengimbau para calon penerima vaksin dari kalangan guru dan tenaga pendidikan agar memeriksakan diri sebelum proses penyuntikan. 

"Minimalnya tekanan darah harus sudah terukur karena yang membuat lama itu adalah screening pada saat di meja kedua, dilakukan pemeriksaan tensi dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Kalau tensi di atas 140 ditunda dulu kan," ujar Dedi, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Warga di Tuban Bondong-bondong Beli Mobil Baru Setelah Jadi Miliarder, Jarang yang Membuat Usaha

Baca juga: Ahli Waris Pasien Covid-19 yang Meninggal Berhak Santunan Rp 15 Juta, Ini Syarat Pengajuannya

Dedi mengatakan, pihaknya pun akan menyosialisasikan agar guru dan tenaga pendidikan tidak menolak dan tidak khawatir ketika harus menjalani vaksinasi.

Sebab, hal itu sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Mengingat jumlah guru dan tenaga pendidikan yang cukup banyak, Dedi berharap vaksinasi dapat ditampung di luar lokasi pelayanan kesehatan.

Terlebih setiap penerima vaksinasi akan mendapatkan dua kali dosis, dosis kedua akan diberikan dua pekan setelah pemberian dosis pertama.

Pihaknya juga merekomendasikan untuk menjadikan sarana sekolah, seperti aula sebagai perpanjangan dari Pos Pelayanan Kesehatan. Sehingga akan menjadi gedung tambahan sebagai lokasi vaksinasi.

"Jadi nanti kita akan mengajukan solusi solusi tempat, seperti aula di sekolah dan sebagainya, sebagai perpanjangan Posyankes agar menjadi gedung tambahan," katanya.

Baca juga: Gelandang Persib Abdul Aziz Pernah Berkiprah di Futsal, Setahun Bisa Kumpulkan 10 Gelar

Dedi mengatakan, pihaknya telah membahas solusi lokasi penyuntikan vaksin tersebut dalam agenda rapat pimpinan. Hal ini pun mendapatkan sambutan baik dari sekolah.

"Pihak sekolah siap, tapi kita juga menunggu hasil sosialisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jabar ke kabupaten kota. Karena kan strategi penambahan itu berada di kabupaten kota," katanya. (*)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved