Breaking News:

Mengintip Pelaksanaan PPKM di Pelosok Cianjur, Kantor Baznas Pun Dimodifikasi jadi Ruang Isolasi

Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masuk ke tingkat RT.Selain desa yang harus

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ichsan
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Mengintip Pelaksanaan PPKM di Pelosok Cianjur, Kantor Baznas Pun Dimodifikasi jadi Ruang Isolasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masuk ke tingkat RT.

Selain desa yang harus menyediakan ruangan isolasi, Ketua RT juga harus mampu memetakan zona penyebaran covid-19 di wilayahnya.

Saat ditelusuri, penerapan PPKM di wilayah Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur sudah sampai ke tahapan penyediaan ruang isolasi di tiap desa.

Ada yang memanfaatkan ruang kantor kosong, kantor BAZNAS, dan lainnya.

Semuanya dimodifikasi dengan memenuhi protokol kesehatan dan menyediakan fasilitas yang diperlukan pasien yang nantinya akan diisolasi.

Terjadi Berbagai Bencana di Sumedang, BPBD Minta Masyarakat di Dekat Sungai & Tebing Selalu Waspada

Semua dilakukan dengan tujuan untuk mencegah penyebaran virus covid-19.

Sekretaris Kecamatan Mande, Gagan Komara mengatakan, dari 12 desa yang ada semuanya sudah menyediakan fasilitas untuk ruangan isolasi.

"Dari 12 desa semua sudah ada ruangan isolasi, ada kantor BAZNAS dimodifikasi, ada ruangan kosong dan lainnya semua diberikan fasilitas untuk isolasi," ujar Gagan ditemui di kantor Kecamatan Mande, Rabu (10/2/2021).

Gagan mengatakan, setiap RT juga harus memetakan zona, Kecamatan Mande masuk zona kuning dengan jumlah angka yang positif sebanyak 42 orang.

"Jadi kami melakukan sosialisasi dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk pencegahannya," kata Gagan.

Jika Waduk Cipancuh Indramayu Jebol, Tiga Kecamatan Bisa Terendam, Warga Sudah Diminta Mengungsi

Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Umum Kecamatan Mande A Kurnia, mengatakan dari hasil operasi yustisi yang dilakukan bersama tim gabungan di wilayah Kecamatan Cikalongkulon, sebanyak 26 pengendara kembali terjaring karena tak memakai masker.

"22 pengendara roda dua dan 4 pengendara roda empat terjaring dalam operasi yustisi yang kami gelar di wilayah Cikalongkulon bersama tim gabungan tadi," kata Kurnia.

Ia mengatakan, tim gabungan juga terus mengimbau kepada warga untuk terus memakai masker jika beraktivitas keluar rumah.

"Kami terus melakukan sosialisasi kepada warga untuk menerapkan protokol kesehatan dan 5 M," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved