Virus Corona di Jabar
Muncul Klaster Pesantren Lagi di Tasikmalaya, 1.000 Penghuninya Jalani Swab Test
Setelah muncul klaster pesantren di Kota Tasikmalaya, 1.000 penghuninya harus menjalani swab test.
Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Seluruh penghuni pondok pesantren (pontren) di Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasimalaya, menjalani swab test.
Jumlah penghuni, terdiri dari santri, ustaz serta pengelola sekitar 1.000 orang.
Semuanya menjalani swab test.
• BMKG Beri Peringatan, Ini Daftar Daerah yang Berpotensi Banjir Bandang 2 Hari ke Depan, Jabar Siaga
• Daerah Ini Berlakukan Karantina Isoman Bagi Warga Positif Covid-19, Untuk OTG Dikarantina 10 Hari
"Yang menjalani swab test awalnya hanya santri sekitar 700 orang. Tapi karena melebar, kemudian ditambah ustaz dan pengelola sehingga totalnya sekitar 1.000 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota, Uus Supangat, Selasa (9/2/2021).
Seluruh sampel swab test tersebut sudah dikirim ke laboratorium kesehatan di Bandung.
"Hasilnya belum keluar, masih menunggu sekitar seminggu lagi," kata Uus.
Ia berharap semuanya hasilnya negatif.
Namun untuk mengantisipasi terjadinya paparan di luar, aktivitas keluar masuk pontren dihentikan.
"Seluruh santri pun tidak diperbolehkan pulang. Semuanya harus menunggu hasil swab test. Yang negatif sudah tentu akan dipulangkan demi menjaga kesehatannya," ujar Uus.
Pihak Dinkes, kata Uus, belum bisa memastikan sumber paparan klaster pontren tersebut.
"Hanya saja diketahui tiga santri mengalami gejala hilang rasa dan saat diswab test ternyata hasilnya positif," kata Uus.
• Cantiknya Cut Syifa dengan Tampilan Baru Putuskan Berhijab Tak Khawatir Soal Karier, Intip Potretnya
• Foto-foto Arya Saloka, Pemeran Aldebaran Sinetron Ikatan Cinta, Papa Muda yang Ganteng dan Maco