Kelompok Kriminal Bersenjata Kian Sadis di Intan Jaya, Bupati Pun Ketakutan dan Memilih Mengungsi

Tindakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua semakin merajalela. Mereka bahkan semakin nekat dan sadis.

Editor: Giri
Facebook TPNPB
Kelompok kriminal bersenjata (KKB) melalui akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) memberikan pernyataan atas pembantaian puluhan pekerja PT Istaka Karya. Kondisi di Intan Jaya tak kondusif karena KKB semakin nekat dan sadis. 

TRIBUNJABAR.ID, PAPUA - Tindakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua semakin merajalela.

Mereka bahkan semakin nekat dan sadis.

Seorang warga ditembak mukanya di depan sang istri tanpa sebab yang jelas.

Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, mengaku tak lagi tenang bekerja karena ancaman bahkan ditembaki kelompok KKB.

Seorang anggota KKB menembak warga sipil di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Senin (8/2/2021).

Alemanek Bagau, salah satu tenaga medis yang menjadi korban penembakan oleh KKB Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, tengah dievakuasi di Bandara Sugapa menuju Bandara Nabire, Papua, Sabtu (23/5/2020)
Alemanek Bagau, salah satu tenaga medis yang menjadi korban penembakan oleh KKB Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, tengah dievakuasi di Bandara Sugapa menuju Bandara Nabire, Papua, Sabtu (23/5/2020) (Dok Humas Polda Papua)

Meski selamat, korban berinisial RNR (32) tersebut mengalami luka tembak cukup parah di bagian wajahnya.

Insiden penembakan tersebut membuat istri RNR berteriak histeris dan meminta pertolongan warga.

Pasutri Buka Layanan Hubungan Dewasa Bertiga di Palembang, Tarif Long Time Rp 1,5 Juta

Satpam PPN Pelabuhanratu Viral di Medsos, Langgar Aturan Seusai Larang Pengunjung Parkir Sembarangan

Bermula mengaku jual minyak tanah

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal, mengemukakan, anggota KKB yang menjadi pelaku penembakan mulanya mengaku akan menjual minyak tanah.

Pelaku tersebut mendatangi rumah korban sekitar pukul 17.30 WIT.

Kepada RNR, pelaku menyampaikan ingin menjual minyak tanahnya.

RNR kemudian memanggil istrinya yang berinisial M (26).

Saat M tiba, pelaku mengatakan meminjam jeriken M karena tak membawa jeriken minyak tanah.

Tak disangka, ketika M hendak membalikkan badan mengambil jeriken, pelaku menodongkan senjata dan menembak wajah RNR dengan senjata api laras pendek.

Pelaku kabur, korban luka parah di wajah

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved