Breaking News:

Alih Fungsi Hutan dan Tambang Ilegal di Batam Rusak Lingkungan, Dedi Mulyadi Minta KLHK Bertindak

Hutan lindung maupun hutan konservasi yang telah berubah fungsi dan banyaknya pembukaan lahan dinilai

Istimewa
Dedi Mulyadi. 

TRIBUNJABAR.ID - Alih fungsi hutan di Batam, Kepulauan Riau ( Kepri) dinilai berdampak negatif.

Hutan lindung maupun hutan konservasi yang telah berubah fungsi dan banyaknya pembukaan lahan dinilai mengganggu kelangsungan ketersediaan dan kualitas air baku di waduk.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi pun menyoroti persoalan ini.

Dedi Mulyadi meminta Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dapat melakukan langkah-langkah cepat penanganan.

Sebab menurut Dedi, penambangan ilegal terus terjadi di Batam. Bahkan, menurut Dedi, penambangan ilegal itu sangat jelas terlihat.

Dua Rumah di Ngamprah KBB Rusak Berat Akibat Tertimpa Tanah Longsor, Empat Orang Terluka

Kondisi hutan di Batam yang sudah rusak
Kondisi hutan di Batam yang sudah rusak (istimewa)

“Masa mesin alat berat tidak kedengaran suaranya, alat beratnya juga tidak kelihatan? Lahan yang digundulkan terutama untuk daerah tangkapan air tidak kelihatan? Seharusnya fungsi-fungsi yang ada bisa melaporkan hal ini, seperti desa atau RT RW, kelurahan hingga kecematan dan dinas terkait,” kata Dedi melalui telepon, Senin (8/2/2021).

Dedi mengatakan, lambatnya penanganan persoalan lingkungan akan berakibat fatal.

Seharusnya, menurut Dedi, aparatur setempat bisa cepat melakukan tindakan pencegahan sebelum ada kerusakan yang lebih berat lagi.

“Yang namanya ilegal itu, sudah alamnya rusak juga tanpa bayar pajak, infrastruktur menjadi hancur. Hal ini bentuk pengingkaran terhadap negara, negara dianggap tidak ada oleh para penambang ilegal,” kata Dedi.

Ibu Muda di Sukabumi Lahirkan Bayi Kembar Tiga, Apa Tips dan Triknya? Ini Kata Sang Suami

Hal senada disampaikan Direktur Jenderal KLH Kementerian KLHK Karliansyah.

Halaman
12
Editor: Ichsan
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved