Breaking News:

Rusak Pertanian Warga, Lahan untuk Ketahanan Pangan di Kuningan Jadi Sarang Babi Hutan

Lahan milik Perhutani yang rencananya akan dijadikan lahan ketahanan pangan jadi sarang babi hutan

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Siti Fatimah
Shutterstock
Ilustrasi babi hutan- Lahan milik Perhutani yang rencananya akan dijadikan lahan ketahanan pangan jadi sarang babi hutan 

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Dandim 0615/Kuningan Letkol Czi David Nainggolan, terkejut saat melakukan survei lahan milik Perhutani yang bekerjasama dengan PT. NW Resources menjadi sarang hama babi hutan, di Desa Wanasaraya, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan, Jum'at (5/2/2021).

Kepala desa setempat, yakni D. Krisna Suhendar saat bareng Dandim 0615/Kuningan ini mengatakan, lahan kosong seluas 1.100 hektar tersebut saat ini menjadi sasaran babi hutan yang merusak lahan pertanian milik warga disekitarnya. 

"Adanya serangan hama babi, warga merasa kewalahan untuk mengatasi hama babi tersebut," ungkapnya.

Banyak Perusahaan Enggan Laporkan Kasus Covid-19, Tinggal Tunggu Aturan Sanksi Dari Gubernur Jabar

Teddy menyebut bahwa lahan ini diketahui kepemilikannya itu oleh PT. NW Resources yang bergerak di bidang Ketahanan Pangan.

"Dengan kedatangan Pak Dandim, kami sampaikan keluhan tentang pengelola pertanian ini, terutama gangguan hama babi yang rusak lahan pertanian," katanya.

Apalagi lahan seluas 1.100 hektar ini milik Perhutani yang kerjasama dengan PT NW Resources. Akan menjadi proyek pertanian dalam program ketahanan pangan yang mendapat binaan dari TNI

"Lahan Perhutani ini kosong, maka sangat mubazir jika tidak dimanfaatkan. Sedangkan ketahanan pangan perlu digerakkan, semoga Pak Dandim berkenan melakukan kerjasama di desa kami, dalam program ketahanan pangan," katanya.

Mulai 9 Februari Pemerintah Berlakukan PPKM Berskala Mikro, Ganti PPKM Jawa-Bali, Ini Penjelasannya

Menurutnya, hama babi tentu membuat rugi petani mandiri di desa setempat. Pasalnya, sudah banyak lahan pertanian itu dirusak hama babi, sehingga gagal panen pun terjadi.

"Iya, hama babi sudah cukup merepotkan kami disini. Lahan pertanian bukan sedikit yang kena sasaran perusakan oleh hama babi tersebut" katanya.

Padahal dalam melakukan pencegahan dari ancaman serangan hama babi.

Berbagai upaya sudah dilakukan melalui pembuatan gedek alias pagar terbuat dari bambu, bahkan pernah dibuat ranjau untuk perangkap hewan tersebut.

"Usaha maksimal dari pencegahan dengan cara tadi, justru tak membuahkan hasil sehingga kami lapor dan sampaikan aspirasi ke Pak Dandim tadi," ujarnya.

Viral Video Pergoki Suami Berduaan di Hotel dengan Pelakor, Istri; Apa Kurangnya Aku

Sementara itu, Dandim 0615/Kuningan Letkol Czi David Nainggolan menyatakan, jika pihaknya akan segera melakukan upaya dan tindakan guna menanggulangi hama babi tersebut. 

"Untuk saat ini kita akan melakukan koordinasi dulu guna mengatasi hama tersebut. Apakah kita akan membuat jebakan atau diracun, hingga kiita akan sesuaikan dengan kondisi yang ada," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved