Breaking News:

Jika Turun Hujan Pukul Kentongan Pakai Kode Tertentu, Kehidupan Warga di Tengah Pergerakan Tanah

Warga Kampung Munjul, Desa Bojongsari, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya

Istimewa
Kondisi tembok masjid yang retak hingga kaca jendelanya pecah karena pergerakan tanah di Kampung Munjul, Desa Bojongsari, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Warga Kampung Munjul, Desa Bojongsari, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, dibayang-bayangi ketakutan rumah ambruk akibat pergerakan tanah.

Setiap hujan deras turun, mereka selalu mengungsi ke tempat aman. Warga pun siaga dengan mengadakan ronda khusus.

"Warga bergiliran melakukan ronda malam serta siang hari. Petugas ronda wajib memukul kentongan jika turun hujan," kata Ika (46), salah seorang warga.

Jika hujan lebih dari satu jam petugas ronda akan memukul kentongan dengan kode tertentu. Begitu pula jika sampai dua jam hujan masih turun, ada kode kentongannya.

Mengintip Acara Ngagondang, Budaya Sunda Zaman Dulu di Pangandaran

"Jika hujan sudah lebih dari dua jam, mau tidak mau seluruh warga harus mengungsi karena khawatir terjadi pergerakan tanah lebih besar," kata Ika.

Menurut Ika, jika pergerakan tanah muncul, yang menjadi kekhawatiran adalah timbulnya retakan bangunan.

"Jika retakan terus terjadi seiring dengan tanah yang juga terus bergerak, maka kami siap mengungsi karena khawatir rumah ambruk," kata Ika.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin, mengatakan, sejauh ini sudah tercatat 84 rumah mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.

"Sebagian penghuninya mengungsi dan sebagian lagi bertahan. Namun yang bertahan pun akan mengungsi jika turun hujan lebih dari dua jam," ujar Nuraedidin.

Banjir Rendam 2.806 Rumah di Karawang, Sungai Meluap, Air Menerjang 8 Desa di Dua Kecamatan

Nuraedidin menambahkan, pihaknya segera mengundang ahli geologi untuk meneliti pergerakan tanah di Kampung Munjul.

"Kami segera undang ahli geologi, terutama untuk menentukan apakah masih layak dihuni atau harus relokasi ke lokasi aman," kata Nuraedidin. 

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved