Pergerakan Tanah di Sukabumi
VIDEO Dentuman Misterius Terus Terdengar di Lokasi Pergerakan Tanah Nyalindung Sukabumi
Suara dentuman misterius masih kerap terdengar di Nyalindung, Sukabumi. Warga ketakutan jika mendengar suara tersebut.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: yudix
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Suara dentuman msiterius di lokasi pergerakan tanah di Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terus terjadi.
Petugas P2BK Kecamatan Nyalindung A Ahmad mengatakan, dentuman terjadi lagi sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa (2/2/2021) kemarin.
Warga yang mendengar suara dentuman pun berhamburan keluar rumah.
• Kades Jagabaya Ciamis Dilantik Didampingi Rivalnya, Menang di Pilkades, Lawan Sang Istri
• Terungkap, Letusan Pistol Berasal dari Tim Maung Hideung, Pelaku Ganjal ATM Melawan Saat Disergap
Tak hanya suara dentuman yang disertai gemuruh, warga juga merasakan getaran seperti gempa bumi.
"Dentuman dan gemuruh kemarin sekitar jam 7 sedang berada di posko kami juga mendengar sendiri suara gemuruh itu, lalu melihat masyarakat panik keluar rumah. Ternyata benar masyarakat sudah panik berhamburan pada keluar mendengar suara gemuruh dan getaran itu," ujar Ahmad kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).
Akhir pekan lalu, warga juga dikejutkan suara dentuman misterius.
Dentuman diikuti suara gemuruh yang keras.
"Sampai saat ini di lokasi di kecamatan Nyalindung pergerakan tanah masih terus terjadi dan di saat ini curah hujan cukup tinggi dan ada beberapa rumah dikosongkan, tercatat sekitar 20 rumah, 21 KK, dan 51 jiwa. Untuk yang mengungsi saat ini sudah 37 rumah, 56 KK dan 158 jiwa yang terbagi di dua lokasi ada yang di rumah saudaranya dan di sekolah," ucapnyanya.
Ahmad menambahkan, suara dentuman, gemuruh serta getaran itu berdampak bertambahnya retakan.
Sampai saat ini, BPBD masih menetapkan status siaga darurat di lokasi pergerakan tanah tersebut.
"Dampak dari itu di luar ada retakan-retakan kecil dan retakan sendiri masih terus berdampak. Setiap hari setiap hujan deras kemarin sore terjadi lagi suara dentuman yang berada di sekitar lokasi. Dari BPBD untuk status sendiri sampai saat ini masih siaga darurat," ujarnya.