Polres Cirebon Kota Ringkus Komplotan Maling Spesialis Pecah Kaca, Pelaku Utamanya Didor

Jajaran Polres Cirebon Kota meringkus komplotan maling spesialis pecah kaca.Terdapat dua anggota

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ichsan
tribunjabar/ahmad imam baehaqi
Polres Cirebon Kota Ringkus Komplotan Maling Spesialis Pecah Kaca, Pelaku Utamanya Didor 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Jajaran Polres Cirebon Kota meringkus komplotan maling spesialis pecah kaca.

Terdapat dua anggota komplotan tersebut berinisial WS dan AK yang diciduk petugas.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan, mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara mereka beraksi di dua lokasi di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

Di antaranya, di Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, pada 20 Desember 2021, dan Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon Kota Cirebon pada 26 Januari 2021.

"Kami lakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku utamanya, WS," kata Imron Ermawan saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Kamis (4/2/2021).

Setelah Video 19 Detik, Kini Muncul Video 38 Menit, yang Main Tetap Michael Yukinobu de Fretes

Imron menyampaikan, WS berperan sebagai eksekutor dalam setiap aksi kejahatan yang dilakukan komplotan tersebut.

Menurut dia, dari dua kali aksi itupun kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 110 juta.

Ia mengatakan, dalam setiap aksinya, WS merupakan eksekutor utama yang memecahkan kaca mobil korban.

Bahkan, pria asal Garut itupun tidak butuh waktu lama untuk menggondol barang-barang yang disimpan di mobil.

Dari mulai uang tunai, telepon seluler, laptop, tas, dan lainnya.

"Dari pengakuannya, WS sudah beraksi enam kali di Karawang, Indramayu, dan Cirebon," ujar Imron Ermawan.

Kesal Tak Dibelikan Sepatu, Supriadi Tega Aniaya Istrinya hingga Tewas

Imron mengakui tidak menutup kemungkinan para tersangka juga beraksi di daerah lainnya.

Pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai, telepon seluler, dan lainnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dan diancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

"Komplotan ini beraksi secara random setiap ada kesempatan," kata Imron Ermawan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved