Syam Permana Menulis Lagu di Kertas Bekas, Terciptalah Lagu Indonesia Maju, Sehari-hari Memulung
Meski hidup serba kekurangan di masa tuanya, Syam Permana pencipta lagu dangdut yang karyanya
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Ichsan
Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Meski hidup serba kekurangan di masa tuanya, Syam Permana pencipta lagu dangdut yang karyanya kerap dinyayikan penyanyi ternama Indonesia hingga saat ini masih aktif menulis lagu.
Bahkan dari beberapa lirik yang dia buat di kediamanya di Kampung Babakan Jawa RT42/18 Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi tercipta sebuah lagu berjudul Indonesia Maju.
Syam Permana kesehariannya bekerja serabutan, seperti buruh bangunan, mencari kayu bakar untuk dijual ke pabrik tahu, dan mengumpulkan barang bekas.
Di sisa kegiatannya ia masih menyempatkan menulis sejumlah lagu, satu lagu yang sudah diciptakan berjudul Indonesia Maju. Lagu tersebut selesai dalam beberapa hari saja.
Jangankan peralatan musik yang mahal, gitar biasa pun djia tak punya.
• Petugas Geledah Sel Tahanan Kasus Narkoba di Rutan Garut, Ini yang Ditemukan
Dalam membuat lirik hingga lagu mentahan, ia hanya membutuhkan ketukan nada dengan menggunakan tangan.
"Kalau lagi gak ada kerjaan atau tidak ada tetangga yang menyuruh kerja sampingan, sisa waktu paling digunakan untuk menulis lirik lagu di kertas bekas. Dan yang sudah jadi yaitu Indonesia Maju," ucap Syam dengan mimik muka yang semringah.
Syam Permana kembali bersemangat menulis lirik lagu, setelah sering bertemu dan berdiskusi dengan seorang pencipta lagu Sunda asal Kecamanatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi serta komunitas seniman musik lainya.
Selain lagu berjudul Indonesia Maju, sejumlah karya cipataanya itu pun mulai diminati beberapa penyanyi dangdut asal Sukabumi. Namun belum ada kepastian.
"Kalau rilik yang sudah dibuat lumayan banyak, namun yang sudah jadi lagu itu hanya beberapa, dan alhamdullilah kemarin ada beberapa penyanyi lokal yang berminat dengan karya saya, tapi baru hanya menghubungi via telepon," kata Syam, sambil tersenyum.
• Bukan Hoax, Warga Kampung Ini Dilarang Makan Lele, Warga Juga Tak Boleh Makan Buah Berkulit,
Dalam keseharian yang serba keterbatasan dan rumahnya yang tidak layak huni, bahkan dapurnya beralaskan tanah, keluarganya masih menggunakan kayu bakar.
Kini Syam Permana dan kawannya yang juga pencipta lagu Sunda yaitu De Mulyadi (44) terus menciptakan sejumlah lagu dangdut dan Sunda, keduanya berharap karyanya itu dapat diminati orang para penyanyi agar bisa menghidupi keluarganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/syam-permana-lagunya-dinyanyikan-ine-sinthya-hingga-inul-daratista-hidup-nestapa-jadi-pemulung.jpg)