Jumat, 12 Juni 2026

Warga Satu Kawasan di Kuningan Dilarang Makan Lele Sejak Dulu, Melanggar Langsung Kena Balasannya

Warga yang berasal dari satu lingkungan di Kuningan tak boleh atau dilarang makan lele. Pamali kata sesepuh mereka.

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Ilustrasi ikan lele. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Warga lingkungan Babakan di Kelurahan Cigadung, Kabupaten Kuningan taat terhadap beberapa pamali alias larangan yang berlaku. 

Hal itu terbukti pada kehidupan sehari–hari di lingkungan setempat. Mereka menghindari larangan tersebut hingga saat sekarang.

Larangan itu seperti tidak boleh atau dilarang makan lele, tidak boleh memukul kendang atau bedug, dan tidak boleh menggelar seni tradisional pagelaran wayang.

Tanggapan Warga Bandung Bakal Diterapkan Tilang Elektronik, Setuju Agar Tak Ada Lagi Kucing-kucingan

Ada Doraemon, Shizuka dan Nobita di Balik Prostitusi di Bawah Umur, Om Kos Rekrut Para Pelajar SMP

Ini dibenarkan oleh Subandi (71), seorang warga setempat saat ditemui di rumahnya di lingkungan Babakan, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur, Kuningan, Senin (1/2/2021).

Subandi mengatakan muncul larangan itu terjadi di masa sebelum kemerdekaan RI tahun 1945. 

“Iya, sampai sekarang. Adanya larangan makan lele, menabuh bedug atau kendang, dan menggelar wayang itu sejak jaman sebelum kemerdekaan,” katanya.

Sekilas terjadi adanya larangan itu, berdasarkan cerita warga secara turun temurun.

Ini akibat seorang perempuan yang hilang saat mencuci beras di kolam perkampungan setempat.

Kemudian, sewaktu dilakukan pencarian dan ditemukan di tempat sama, itu hanya terdapat ikan lele dan buah kluwih alias kulur.

“Katanya, perempuan yang hilang ini merupakan istri dari tokoh warga pada jaman sebelum kemerdekaan. 
Dari sana, konon bersumpah untuk keturunan atau warga asli Babakan disini, dilarang untuk makan lele dan buah kulur tadi,” ungkap Subandi lagi.

Menurut Subandi, jika pelarangan tadi dilakukan pelanggaran oleh warga asli Lingkungan Babakan biasanya muncul penyakit.

“Tidak menunggu jam dari tindakan larangan itu muncul penyakit kaya buduk  (koreng). Tidak hanya itu, bencana lainnya pun akan dirasakan juga,” katanya.

Biasa Lawan Dukun Santet & Tangkap Tuyul, Ujang Busthomi Takut Saat Akan Divaksin,Ini yang Dirasakan

BREAKING NEWS, Baru Saja Gempa Mengguncang Pangandaran, Terasa Sampai Garut Selatan, Ini Kata BMKG

Kisah ini terbukti langsung menimpa warga pamanya.

Saat usai makan lele, pamannya langsung merasakan gatal–gatal dan ada benjolan bernanah.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved