Kamis, 4 Juni 2026

Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar, Keluarga Emosi dan Pukul Petugas, Akhirnya Ditangkap Polisi

Penyebabnya, keluarga korban merasa pemakaman ayah mereka berbelit-belit dan dua kali didahului pemakaman pasien lain atau molor.

Tayang:
Editor: Ravianto
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Ilustrasi pemakaman jenazah Covid-19. Kasus jenazah pasien covid-19 yang tertukar berujung kepada pemukulan petugas oleh pihak keluarga, terjadi di Malang, Jawa Timur. 

TRIBUNJABAR.ID, MALANG - Kasus Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar berujung kepada pemukulan petugas oleh pihak keluarga, terjadi di Malang, Jawa Timur.

Sebelum Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar dan terjadi pemukulan, sempat terjadi ketegangan antara keluarga korban dan petugas.

Penyebabnya, keluarga korban merasa pemakaman ayah mereka berbelit-belit dan dua kali didahului pemakaman pasien lain atau molor.

Kesalahan bermula saat petugas Public Safety Center (PSC) Kota Malang yang bertugas memakamkan jenazah pasien Covid-19 melakukan kesalahan, saat membawa peti dari Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA).

MNH, anak dari pasien Covid-19 yang meninggal itu, mengaku kecewa mendapati peti jenazah ayahnya tertukar dengan orang lain.

PESAN TERAKHIR Kang Pipit Aktor Preman Pensiun, Sempat Beri Kabar Akan Pulang ke Rancaekek

Tadi Malam Ada Dentuman Misterius di Sukabumi, Didahului Tanah Bergetar Dua Kali

Menurut MNH, keluarganya sempat mensalati jenazah itu saat tiba di pemakaman.

Saat itu, keluarganya belum mengetahui ternyata peti jenazah itu keliru.

"Saat peti ini mau dimasukkan ke liang kubur, saya baru sadar karena posisi saya memang agak tinggi dari peti. Jadi saya lihat tulisan di peti itu bukan nama bapak saya," kata MNH di Mapolresta Malang Kota, Jumat (29/1/2021).

MNH mengaku memukul salah satu petugas PSC karena kesal yang memuncak

Ia tak habis pikir petugas membawa peti jenazah yang salah.

Kejadian itu bermula ketika dirinya menelepon pihak PSC untuk penyelenggaraan jenazah ayahnya yang meninggal karena Covid-19 di RSSA Kota Malang pada Kamis (28/1/2021).

Ia menanyakan pihak PSC tentang jadwal pemakaman ayahnya.

Saat itu, petugas menjawab ayahnya akan dimakamkan pada kloter keempat.

"Terus saya tanya kira-kira itu jam berapa. PSC tidak bisa memastikan, lalu saya pulang dulu sambil menunggu konfirmasi selanjutnya," kata MNH.

Sekitar pukul 12.27 WIB, MNH mendapat telepon dari petugas PSC.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved