Petugas Kelelahan Tapi Keluarga Minta Buru-buru, Jenazah Covid-19 Tertukar, Petugas Pingsan Dibogem
Humas RSSA Kota Malang, Donny Iryan mengatakan, insiden tertukarnya jenazah itu disebabkan oleh human error.
TRIBUNJABAR.ID - Sebuah insiden yang melibatkan jenazah pasien Covid-19 terjadi di Malang. Jenazah pasien Covid-19 tersebut tertukar.
Seorang petugas pemakaman pun pingsan akibat bogem keluarga jenazah.
Diduga, petugas di lapangan sudah kelelahan sementara keluarga meminta buru-buru sehingga akhirnya sempat terjadi ketegangan.
Dilansir dari Kompas.com, Koordinator Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Kota Malang, Dhana Setiawan mengatakan, insiden tertukarnya jenazah itu merupakan ketidaksengajaan dari petugas.
Saat insiden itu terjadi, petugas di lapangan sudah memakamkan empat jenazah.
Petugas di lapangan dinilai sedang tidak fokus akibat cape. Selain itu, petugas dan keluarga jenazah disebut sempat bersitegang.
"Mungkin karena teman-teman tidak terkontrol emosinya. Cape juga dan sebagainya. Keluarga juga mintanya buru-buru jadi tidak konsentrasi," kata Dhana, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (29/1/2021).
PSC 119 merupakan relawan di bawah Dinas Kesehatan Kota Malang yang bertugas memakamkan pasien Covid-19 yang meninggal.
• Kang Pipit Meninggal, Ridwan Kamil Ikut Berduka, Sebut Aktor Preman Pensiun Itu Selalu Menghibur
Awal kejadian terjadi pada Kamis (28/1/2021) siang di Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Ketika itu, ada enam jenazah yang harus dimakamkan.
Sedangkan, jenazah yang tertukar berada di nomor antrean 4 dan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kasin.
Untuk efisiensi waktu, petugas di lapangan mendahulukan nomor antrean 5 karena jenazah nomor antrean lima lokasi pemakamannya sama dengan jenazah nomor 3, yakni di TPU Sukun.
"Jenazah atas nama W ini memiliki antrean nomor 4 setelah pemakaman di Kedungkandang, Karangbesuki, Sukun.
Namun, diundur menjadi antrean nomor 5 karena tim pemakaman akan menyelesaikan terlebih dahulu pemakaman jenazah di Wilayah Sukun," ujar Dhana.
Hal itu membuat keluarga jenazah W tidak terima dan sempat bersitegang dengan petugas PSC di KM RSSA Kota Malang.
• Catat, Update CPNS; Besok, 31 Januari 2021 Penutupan Pengajuan Penetapan Nomor Induk Pegawai
"Lantaran tidak sabar menunggu, pihak keluarga W sempat adu mulut dengan anggota pemakaman, yakni Tri Erwanto dan Alfa," kata dia.