Sabtu, 11 April 2026

Mapolsek Diserang Warga, Buntut Buronan Diduga Ditembak Mati di Depan Anak dan Istri, Anak Trauma

Penangkapan buronan di Sumatera Barat berbuntut panjang. Pasalnya, buronan tersebut disebut ditembak di depan istri dan anaknya.

Istimewa
Kaca pecah berserakan di lantai Polsek Sungai Pagu akibat diserang sekelompok warga, Rabu (27/1/2021). 

TRIBUNJABAR.ID - Penangkapan buronan di Sumatera Barat berbuntut panjang. Pasalnya, buronan tersebut disebut ditembak di depan istri dan anaknya.

Peristiwa ini terjadi di Solok Selatan, Sumatera Barat.

Buronan yang dikejar polisi tersebut merupakan DG, buronan kasus judi.

Penembakan itu disebut terjadi di depan anak dan istrinya membuat keduanya mengalami trauma mendalam.

"Keluarga sangat trauma. Bahkan, anak korban trauma dan menyebut ayah mati ditembak polisi," ujar pengacara keluarga DG, Guntur Abdurrahman yang dihubungi Kompas.com, Jumat (29/1/2021).

Dilansir dari Kompas.com, menurut Guntur, berdasarkan keterangan keluarga, pada Rabu (27/1/2021) sekitar pukul 14.30 WIB, polisi datang ke rumah dan masuk mencari DG.

Saat itu DG bersama istri dan anaknya berada di rumah.

Ribuan Rumah Tak Layak Huni di Majalengka Bakal Dapat Bantuan pada 2021

"DG berusaha kabur lewat pintu belakang. Namun tragis, dia ditembak polisi dari jarak dekat di hadapan anak dan istri. Kita memiliki bukti videonya," kata Guntur.

Guntur membantah DG memberikan perlawan sehingga polisi ada yang terluka.

"DG berusaha kabur bukan melakukan perlawanan. Dalam video terlihat tidak ada polisi yang terluka," kata Guntur.

Akibat tindakan polisi itu, ratusan warga menjadi marah dan menyerang Mapolsek Sungai Pagu sehingga menimbulkan kerusakan.

"Tindakan yang dilakukan polisi sudah di luar batas. Ini adalah pembunuhan bukan lagi kesalahan prosedur dalam penangkapan," kata Guntur.

Guntur meminta polisi benar-benar profesional dalam mengungkap kasus penembakan tersebut.

Kabar Terkini Preman Pensiun 5, Momen Terakhir Penggemar Lihat Aksi Kang Pipit, Ini Foto-fotonya

"Kita minta tindakan tegas bagi oknum polisi yang melakukan tindakan di luar batas itu," jelas Guntur.

Turunkan Tim

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved