Breaking News:

Bisnis Pikul Peti Jenazah Covid 19

Tukang Pikul Jenazah di Cikadut Minta Maaf Tak Mau Bantu Keluarga Korban Angkat Peti, Sampai Kapan?

Mereka membantu menurunkan peti berisi jenazah korban Covid-19 dari ambulans kemudian memikulnya hingga ke liang lahat.

Tribun Jabar/ Mega Nugraha
Jasa pikul jenazah Covid di TPU Cikadut Bandung 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Puluhan pemuda di sekitar TPU Cikadut menjadi tukang pikul peti berisi jasad yang akan dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Mereka membantu menurunkan peti berisi Jenazah Korban Covid-19 dari ambulans kemudian memikulnya hingga ke liang lahat.

Untuk jasanya, mereka kerap menerima imbalan. Kadang, Rp 1 juta, kadang Rp 2 juta.

Suasana di pintu gerbang TPU Cikadut, Sabtu (4/4/2020).
Suasana di pintu gerbang TPU Cikadut, Sabtu (4/4/2020). (Tribun Jabar/Ery Chandra)

Tapi, tak jarang tak mendapat apa-apa selain ucapan terima kasih.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, mengatakan, dari perspektif regulasi, menjual jasa memikul jenazah dengan protokol Covid di TPU Cikadut adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan.

Ditemui di Balai Kota Bandung, kemarin, Wali Kota Bandung, Oded M Danial, mengatakan sudah mengintruksikan Dinas Tata Ruang (Distaru) agar segera membuat solusi soal jasa pikul jenazah ini, termasuk kemungkinan mereka diangkat menjadi pekerja lepas harian (PLH) yang berada di bawah koordinasi dan pengawasan Distaru.

Viral di Medsos Wisudawan Diantar Ayah Naik Becak Motor saat Wisuda Drive Thru, yang Lain Naik Mobil

Ini Alasan Tukang Pikul Jenazah Covid-19 di Cikadut Tak Mau Bantu Keluarga Korban Angkat Peti

Nunuk Nuraini Pahlawan Anak Kost Meninggal, Dia Peracik Bumbu Indomie, Ridwan Kamil Apresiasi Tinggi

"Saya minta dibahas dan dikaji ke depan solusinya bagaimana," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved