Banyak Bagian Masjid Islamic Center Indramayu Riskan Ambruk, DPR RI Desak Pemda Lakukan Investigasi

Setelah ada bagian menara dan plafon ambruk, kelayakan bangunan Masjid Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu menjadi pertanyaan.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Giri
Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB Dedi Wahidi saat melakukan sidak di Masjid Islamic Center Indramayu Syekh Abdul Manan, Senin (25/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Setelah ada bagian menara dan plafon ambruk, kelayakan bangunan Masjid Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu menjadi pertanyaan.

Hal tersebut terungkap saat inspeksi mendadak sidak yang dilakukan anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB Dedi Wahidi di masjid yang berlokasi di Simpang Lima Bundaran Mangga, Indramayu, Senin (25/1/2021).

Dedi Wahidi mengatakan, saat melakukan peninjauan, beberapa titik pada bagian di masjid mewah tersebut tampak memprihatinkan.

Tidak sedikit yang kondisinya jebol dan timbul bintik-bintik hitam akibat air hujan.

"Saya lihat di sini, di situ, itu ada yang jebol di beberapa titik, itu kelihatan dari sini," ujar sembari menunjukkan bagian masjid yang jebol.

Dedi Wahidi mendesak agar pemerintah daerah segera membentuk tim investigasi independen guna mengevaluasi seluruh bangunan di Masjid Islamic Center Indramayu.

Baca juga: Buaya Terkam Pinggang Dandi Lalu Membawanya Masuk ke Air, Pemancing Tak Ditemukan hingga Kini

Baca juga: Alasan Silvia Arianti Bawa Kathlen Tanpa Seizin Orang Tuanya Sampai ke Medan, Ditetapkan Tersangka

Menurutnya, jangan sampai terjadi insiden lanjutan seperti ada lagi bagian masjid lagi yang ambruk. Apalagi sampai mengakibatkan korban jiwa.

Seperti diketahui, masjid yang diresmikan pada 1 Juni 2018, ambruk pada bagian salah satu menaranya pada Minggu (6/12/2020) siang sekitar pukul 12.10 WIB.

Selang satu bulan, giliran plafon yang berada di ruang utama saf salat depan sebelah kanan masjid ikut ambruk pada Minggu (24/1/2021) sekitar pukul 12.15 WIB.

Padahal, pembangunan masjid megah tersebut menelan anggaran senilai Rp 122 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat dan APBD Kabupaten Indramayu.

"Apalagi hari Ahad itu umumnya banyak orang. Kemudian, maaf, terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, saya minta diundang tim ahli di bidang konstruksi, tim ahli di bidang perencanaan yang independen untuk melakukan investigasi," ujarnya.

Baca juga: Videonya Viral, Acara Tumpengan DPD PDIP Bali Menjadi Sorotan, Penyebabnya Sendok

Dalam hal ini, Dedi Wahidi tidak berani menduga adanya penyelewengan anggaran pembangunan.

Ia juga meminta masyarakat bersabar dan menunggu hasil investasi untuk mengungkap tragedi yang terjadi di Masjid Islamic Center Indramayu.

"Saya saja bismillah tujuh kali, dulu, tadi, memasuki Islamic Center Indramayu. Ini harus ada evaluasi karena membuat khawatir pengunjung dan para jemaah," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved