Anggap Pemerintah Banyak Drama, PHRI Garut Tidak Diajak Berunding tentang Perpanjangan PPKM
Sejumlah pemilik usaha di Kabupaten Garut menjerit, terutama perhotelan dan restoran karena diperpanjangnya masa PPKM.
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sejumlah pemilik usaha di Kabupaten Garut menjerit, terutama perhotelan dan restoran karena diperpanjangnya masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Garut, Deden Rohim, mengatakan, pihaknya keberatan atas diperpanjangnya masa PPKM.
"Ya, kalau keberatan sih pasti keberatan. Sebelumnya juga kita sudah babak-belur, penurunan hingga 75 persen," kata Deden saat diwawancarai Tribunjabar.id, Senin (25/1/2021).
Menurutnya, kesehatan memang penting tapi ekomoni juga harus tetap berjalan.
"Kalau masyarakat sekarang sehat, terus ekonomi enggak jalan, itu percuma juga," ucapnya.
Ia meminta pemerintah tidak terburu-buru dalam membuat aturan dan harusnya melibatkan PHRI dalam membuat setiap keputusan.
"PHRI minta pada saat memutuskan sebuah regulasi perihal Covid-19, ya seharusnya PHRI juga diajak berunding lah," kata Deden.
"Seperti kemarin, waktu beberapa hotel disegel di kawasan Cipanas, langsung ditutup begitu saja. Kan, mereka syok," sambung Deden.
Deden menilai pemerintah tidak elok melakukan hal tersebut tanpa pemberitahuan terlebih dahulu ke PHRI sebagai induknya.
"Sementara kita sebagai induknya kan enggak paham karena ujuk-ujuk anaknya yang dimatiin. Harusnya kan kita (PHRI) dikasih tahu dulu, enggak elok lah kalau langsung main segel. Banyak drama," ucapnya.
Ia mengaku PHRI tidak menentang pemerintah. Hanya saja yang PHRI inginkan adalah bersanding bersama saling kerja sama agar pihaknya bisa mengimbau kepada anggota PHRI.
"Waktu nataru (Natal dan tahun baru) kemarin juga PHRI mengimbau secara humanis ke semua anggota untuk sabar, tahan diri, semuanya patuh, tidak ada tuh hotel dan restoran yang langgar aturan," ucapnya.
Ia membandingkan usaha perhotelan dengan pabrik yang masih saja beroperasi di tengah pandemi.
"Lihat tuh Chang Shin, tutup enggak tuh. Lihat Kahatex, engga tutup kan?" katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-phri-garut-deden-rohim.jpg)