Breaking News:

FPI Tuding PTPN VIII Masuk Grand Design Setelah Laporkan Rizieq Shihab Terkait Penyerobotan Lahan

Kasus yang membelit Rizieq Shihab bertambah setelah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII melaporkannya ke ke Bareskrim Polri.

Editor: Giri
Istimewa via kompas.com
Petugas Bidokkes Polda Metro Jaya tengah mengecek kondisi kesehatan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab. Rizieq Shihab dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait kasus penyerobotan lahan PTPN VIII. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA – Kasus yang membelit Rizieq Shihab bertambah setelah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII melaporkannya ke ke Bareskrim Polri.

Namun, kasus tersebut dianggap sebagai bagian rencana besar terkait Rizieq Shihab yang kini mendekam di penjara karena kasus kerumunan. 

Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Sugito Atmo Prawiro menyesalkan laporkan terhadap Rizieq Shihab terkait penggunaan lahan tanpa izin.

Adapun lahan tersebut digunakan untuk Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Kami sangat menyesalkan terhadap laporan tersebut, karena itu kan menurut kami lahan sudah lama ditelantarkan dan sekarang banyak dikerjakan oleh penggarap,” kata Sugito kepada Kompas.com, Minggu (24/1/2021).

Sugito menyampaikan, karena pimpinan FPI Rizieq Shihab saat itu ingin mendirikan sebuah pesatren, penggarap menjualnya kepada yayasan Markaz Syariah.

Baca juga: BIKIN Nyesek, Korban KKB di Papua Minta Ini kepada Mamanya untuk Teman yang Tewas Kecelakaan

“Semua itu ada bukti yang sifatnya otentik, ada hitam di atas putih dan kita sebagian besar sudah waarmerking di notaris,” ujar Sugito.

“Jadi, Pesantren Markaz Syariah Argokultural itu membeli secara sah dari penggarap,” ucap dia.

Sugito menduga, PTPN VIII sengaja mempermasalahkan lahan yang sudah lama ditelantarkan tersebut karena terkait dengan Rizieq Shihab.

“Kalau menurut saya PTPN VIII itu masuk ke dalam grand design untuk ngerjain Habib Rizieq dalam skala yang lebih besar,” kata Sugito.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved