Takut Kena Longsor Lagi, Warga SBG Tolak Direlokasi ke Tegalmanggung, Pilih Relokasi ke Perumahan
Warga Perumahan Satria Bumintara Gemilang (SBG), Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung,
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Warga Perumahan Satria Bumintara Gemilang (SBG), Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang yang terdampak longsor memilih satu skema relokasi yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Seperti diketahui saat ini pemerintah sudah memiliki dua skema untuk merelokasi warga terdampak longsor tersebut. Untuk skema pertama warga akan direlokasi secara terpusat dengan menyediakan lahan di Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung.
Kemudian untuk skema kedua, Pemkab Sumedang akan berkolaborasi dengan Asosiasi Perumahan Nasional (Asprumnas) yang menyediakan Perumahan El Hago di daerah Cilembu, Kecamatan Pamulihan.
"Kalau saya mending direlokasi ke daerah Cilembu, karena disana lokasinya lebih aman," ujar Warga Perum SBG, Ratnasih (60) saat ditemui Tribun Jabar di Posko Pengungsian Perumahan SBG, Jumat (22/1/2021).
Baca juga: ABG yang Tewas di Parit di Karawang, Mati Lemas dan Ada Luka di Leher, soal Perkosaan Masih Dilidik
Sementara jika direlokasi ke Tegalmanggung, dirinya merasa khawatir terjadi longsor karena lokasi tersebut merupakan daerah pegunungan seperti di Perum SBG, sehingga lokasinya pasti rawan longsor.
"Kalau direlokasi ke daerah gunung lagi, ya mending disini. Tegalmanggung itu lokasinya bolak belok dan dataran tinggi, bahkan lebih tinggi dari sini," kata warga yang tinggal di Blok B5 ini.
Ia mengatakan, keluarganya memang sudah siap untuk direlokasi karena rumah yang berada di SBG sangat dekat dengan mahkota longsor, bahkan lokasinya sudah dinyatakan masuk zona merah.
"Rumah saya di belakang (mahkota longsor), jaraknya kurang lebih ada 50 meter. Berbahaya karena masuk zona merah," ucap Ratnasih.
Baca juga: Meninggal, 2 Hari Tak Dapat ICU, RS Penuh, Kasus dan Kematian Covid-19 Naik, Ini Kata Epidemiolog
Warga SBG lainnya, Yanti Oktaviani (27) juga lebih memilih direlokasi ke daerah Cilembu karena jika ke Tenggalmanggung daerahnya jauh kemana-mana dan lokasinya merupakan daerah pegunungan.
"Kalau ke gunung lagi, kita juga masih trauma, apalagi lokasinya daerah pedalaman. Jadi ya lebih enak disini, kalau disana jauh jalannya jauh banget," ujarnya saat ditemui di tempat yang sama.
Kedua warga tersebut, sebetulnya memang sudah siap direlokasi karena rumahnya sangat dekat dengan mahkota longsor, bahkan jaraknya kurang lebih hanya berjarak sekitar 50 meter ke titik longsor tersebut.
"Rumah disini sudah berbahaya karena masuk zona merah dan dekat dengan lokasi longsor," ucap Yanti.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, masih mematangkan dua skema relokasi tersebut dan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat.
"Cuma kalau dari pemerintah pusat biasanya akan membangunkan rumah, ini yang mau kami matangkan dan meminta bantuan ke BPBD Provinsi, skema mana yang akan dipakai supaya bisa mempercepat relokasi warga terdampak," kata Dony.
Baca juga: Ariel NOAH Pacaran dengan Agnez Mo? Sosoknya Digandrungi Sejak Muda hingga Buat Teman Insecure