Breaking News:

Longsor di Sumedang

Kementerian PPPA Ikut Turun Tangani Perempuan dan Anak yang Terdampak Longsor Cimanggung

Penanganan tersebut nantinya akan diproritaskan untuk perempuan terutama ibu hamil dan menyesui, serta anak-anak dan penyandang disabilitas

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat meninjau posko pengungsian di Perumahan SBG. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kementerian Pemberdaayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bakal turun tangan untuk menangani korban terdampak longsor di Kampung Bojongkondang, RT 3/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Penanganan tersebut nantinya akan diproritaskan untuk perempuan terutama ibu hamil dan menyesui, serta anak-anak dan penyandang disabilitas yang terpaksa harus mengungsi akibat longsor maut tersebut.

Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, mengatakan, untuk saat ini tercatat ada 24 perempuan di lokasi bencana yang harus menjadi ibu sekaligus kepala keluarga setelah suaminya menjadi korban longsor hingga meninggal dunia.

"Ini harus menjadi perhatian kita semua, bagaimana perempuan yang baru ditinggalkan suaminya ini betul-betul mendapat pendampingan dari kita," ujarnya seusai meninjau Posko Pengungsian di Perumahan SBG, Jumat (22/1/2021).

Hal tersebut, kata I Gusti, karena para perempuan korban longsor tersebut memiliki anak yang harus melanjutkan sekolahnya, termasuk membutuhkan biaya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

"Nah, ini yang akan kita lebih intens dikomunikasikan, apa langkah-langkah yang harus kita lakukan dalam mendampingi perempuan kepala keluarga yang tinggal di tempat pengungsian ini," kata I Gusti.

Ia mengatakan, hal yang paling memungkinkan untuk mendampingi mereka, yakni dengan memberikan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan perekonomian sesuai kemampuannya masing-masing.

Baca juga: Celine Akui Rumah Tangga Bermasalah, Berhubungan dengan Stefan William Adu Akting dengan Mantan?

Selain itu, kata I Gusti, berdasarkan undang-undang tentang bencana, bahawa ibu hamil dan menyusui, kemudian anak-anak serta penyandang disabilitas harus diprioritaskan dalam penanganan pasca longsor.

"Itu kelompok rentan yang harus diprioritaskan dalam mitigasi bencana ini. Kami akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk membangun yang namanya pos ramah perempuan dan anak," ucapnya.

Nantinya, kata dia, di dalam pos tersebut bakal disiapkan ruang yang aman dan nyaman, terutama untuk perempuan dan anak saat berada di posko pengungsian.

"Kami sudah koordinasi dengan pak Bupati, Ibu Gubernur (Atalia), termasuk Kementerian PUPR, bagaimana di tempat pengungsian ini agar kita bisa memberikan perlindungan kepada perempuan," ujar I Gusti.

Baca juga: Gempa Bumi, Longsor, Banjir di Indonesia, Bukan Azab Allah, Syekh Ali Jaber Ungkap Berkah Doa Nabi

Baca juga: Pamit Beli Obat Sakit Kepala, Iwa Ditemukan Tewas di Kolong Jembatan Cisinga Tasikmalaya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved