Minggu, 12 April 2026

Duh, Selama Pandemi Narkoba Tidak Pernah Hilang, Lebih Berbahaya daripada Covid-19

Peredaran narkoba di Indonesia umumnya, di Kota Bandung khususnya, tak pernah hilang, termasuk selama pandemi Covid-19. 

Penulis: Tiah SM | Editor: Hermawan Aksan
Pixabay.com
Peredaran narkoba di Indonesia umumnya, di Kota Bandung khususnya, tak pernah hilang, termasuk selama pandemi Covid-19.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peredaran narkoba di Indonesia umumnya, di Kota Bandung khususnya, tak pernah hilang, termasuk selama pandemi Covid-19

“Kasus narkoba selama pandemi terungkap tapi jumlahnya tidak sebanyak ketika tidak pandemi. Namun, tetap saja ada peredaran narkoba di Indonesia,” ujar Deputi Pencegahan, Badan Narkoba Nasional RI, Irjen Pol Anjan Pramuka Putra, di Balai Kota Bandung, Jumat (22/1).

Anjan mengatakan, selama pandemi tugas tambahan melakukan pogram pencegahan dan penanggulangan Covid-19, tapi selalu disisipkan sosialisasi bahaya narkoba sama dengan Covid-19.

Baca juga: Pergerakan Tanah di Gegerbitung Sukabumi, 113 KK Mengungsi, di Rumah Kerabat hingga di Sekolah

Baca juga: Ingin Percepat Vaksinasi Covid-19 Tapi Jawa Barat Kurang Vaksinator, Butuh 30 Ribuan

“Semua harus waspada terhadap bahaya narkoba karena narkoba lebih berbahaya dibandingkan Covid-19,” ujarnya.

Menurut Anjan, narkoba bisa menyerang siapa saja, tidak memandang umur dan status sosial, sehingga sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaannya.

Salah satu yang diupayakan pemerintah adalah kelurahan bersih dari narkoba (bersinar).

Anjan mengharapkan, adanya "kelurahan bersinar" bisa melibatkan seluruh masyarakat hingga kepada masyarakat perdesaan dalam upaya pencegahan peredaran narkoba ini.

Pemerintah, kata Anjan, menitikberatkan kepada desa atau keluarahan terutama di pinggiran.

Empat pelaku penyalahgunaan dan penyebaran narkoba dihadirkan dalam konferensi pers oleh Sat Narkoba Polres Majalengka,  Senin (18/1/2021)
Empat pelaku penyalahgunaan dan penyebaran narkoba dihadirkan dalam konferensi pers oleh Sat Narkoba Polres Majalengka, Senin (18/1/2021) (Tribun Cirebon/ Eki Yulianto)

Menurut Anjan, daerah pinggiran merupakan kawasan strategis untuk mengedarkan narkoba.

“Beberapa waktu yang lalu ditemukan 1 ton narkoba di Banten dan mulai diedarkan di desa-desa pinggiran,” tuturnya.

Anjan mengatakan, Kota Bandung menjadi barometer peredaran narkoba di Indonesia.

Pasalnya, jika ada pemberantasan narkoba  di Jakarta, larinya akan ke Bandung.

Anjan berharap seluruh warga dan stakeholder di Kota Bandung bersinergi untuk melakukan pencegahan.

Salah satunya dengan program "kelurahan bersinar" ini.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved